JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto mengadakan retreat di Hambalang, Jawa Barat.
Menurutnya, hal itu dikarenakan melihat situasi dan kondisi di Indonesia.
BACA JUGA:Ini 3 Asisten Pelatih Lokal, Layak Jadi Tangan Kanan John Herdman di Timnas Indonesia
BACA JUGA: Dompet Dhuafa Hadirkan Layanan Servis Motor Gratis Bagi Penyintas di Tapteng
"Sebagaimana yang kita ketahui di awal beliau mendapatkan amanah dan kemudian dilantik, membentuk Kabinet Merah Putih, beliau mengadakan retreat di Akademi Militer di Magelang selama beberapa hari dan sebenarnya beliau menghendaki secara rutin juga akan melaksanakan retreat dan namun melihat situasi dan kondisi untuk tahun ini retreat-nya dilaksanakan di Hambalang," jelas Prasetyo di Hambalang, Selasa, 6 Januari 2026.
Prasetyo menuturkan, retreat memiliki makna penting bagi pemerintah, khususnya bagi Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
Selain memberikan pengarahan langsung kepada seluruh jajaran kabinet, agenda ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap kinerja pemerintah selama satu tahun terakhir.
“Makna retreat bagi pemerintah adalah memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran kabinet, yang diawali dengan evaluasi terhadap seluruh program kinerja pemerintah selama satu tahun masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran Rakabuming Raka,” ujarnya.
BACA JUGA:KPK Didesak Klarifikasi soal Transaksi Mencurigakan Rp349 Triliun Era Sri Mulyani yang Menguap Begitu Saja
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan sejumlah capaian program prioritas pemerintah akan dibahas dalam retreat yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran kabinet merah putih.
"Dari sisi swasembada energi misalnya, target lifting yang ditetapkan di APBN 2025 juga berhasil terlewati, tetapi juga sekali lagi, kita merasa perlu melakukan percepatan-percepatan untuk meningkatkan lagi dengan target, dan tujuan kita jelas, kita ingin swasembada energi," kata Pras di Hambalang, Selasa, 6 Januari 2026.
Selain itu, pemerintah juga akan mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga saat ini, MBG telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta penerima manfaat. Program tersebut tepat berusia satu tahun sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025.
"Kita berharap target itu dapat terpenuhi, tentu saja dengan sekali lagi dengan evaluasi pelaksanaan selama satu tahun. hari ini tepat satu tahun dengan pelaksanaan MBG yang dimulai pada 6 Januari 2025 lalu," imbuhnya.
BACA JUGA:Ditahan Imbang Persik, Persib Gagal ke Puncak Klasemen Super League Jelang El Clasico Lawan Persija
- 1
- 2
- »




