Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki ruang yang cukup besar ke depan. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG pada 2026 berpotensi bergerak di kisaran 9.300-9.700 dalam skenario optimistis.
Menurutnya, skenario optimistis tersebut ditopang oleh pertumbuhan laba per saham (earning per share/EPS) emiten yang diproyeksikan mencapai 13–15%, minimnya guncangan global, nilai tukar rupiah yang stabil hingga cenderung menguat seiring sikap Bank Indonesia yang lebih dovish, serta dukungan likuiditas global yang masih kondusif.
"Kami perkirakan IHSG dapat bergerak optimis di rentang 9.300-9.700 pada tahun ini," ujar Audi kepada Media Indonesia, Selasa (6/1).
Sementara itu, dalam skenario moderat, IHSG diperkirakan berada di rentang 8.400–8.800 dengan pertumbuhan EPS sekitar 9–11%. Kondisi ini, ungkap Audi, didukung oleh likuiditas global yang relatif netral serta aliran dana asing yang cenderung selektif dan belum agresif.
Adapun pada skenario pesimistis, IHSG berpotensi melemah ke kisaran 7.300-7.900 seiring pertumbuhan EPS yang lebih terbatas di level 7–9%, potensi arus keluar dana asing secara berkala, serta peningkatan risk premium.
Oktavianus juga menilai penguatan IHSG yang sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level 8.905 pada perdagangan Selasa (6/1) didorong oleh sejumlah faktor. Pertama, penguatan saham emiten sektor barang baku seiring kenaikan harga komoditas pascapenangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat.
Kedua, kinerja positif saham-saham konglomerasi yang ditopang narasi fundamental, termasuk masuk dalam indeks global, serta dukungan aksi korporasi yang berorientasi pada ekspansi. Ketiga, ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga yang berpotensi mendorong aktivitas ekonomi melalui penurunan biaya pendanaan (cost of fund).
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto berpandangan menguatnya IHSG. pada awal perdagangan 2026 sebagai sinyal positif. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan vote of confidence atau bentuk kepercayaan yang diberikan investor.
"Investor menilai stabilitas politik dan ekonomi nasional berjalan dengan baik," ucapnya.
Pemerintah mendorong peningkatan penawaran umum perdana saham (IPO) dan kemudahan berusaha sebagai bagian dari upaya membawa Indonesia menembus jajaran 10 besar bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar di 2030.
Dukungan tersebut sejalan dengan master plan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diarahkan untuk memperkuat struktur pasar modal, meningkatkan likuiditas, serta memperluas basis emiten dan investor.
“Pemerintah memberikan dukungan penuh terkait master plan BEI, termasuk dukungan terciptanya IPO dan memberikan kemudahan atau debottlenecking bagi dunia usaha," ujarJuru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto kepada Media Indonesia, Jumat (2/2).
Menurutnya, target Indonesia masuk ke dalam 10 besar bursa dunia mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi nasional. Untuk memperkuat hal tersebut, pemerintah terus melakukan penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP), termasuk dengan menyediakan layanan aduan debottlenecking melalui laman lapor.satgasp2sp.go.id. (E-3)




