Sosok Wahyu Kades Garut yang Viral Usai Keluarganya Intimidasi Warga Kritik Jalan Rusak, Ternyata Sudah Jabat 6 Tahun

disway.id
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Belakangan ini viral rekaman sekelompok keluarga kepala desa (kades) lakukan intimidasi kepada warga yang kritik jalan rusak di desa.

Peristiwa ini menimpa pemuda bernama Holis Muhlisin (31) yang mendapat intimidasi dari keluarga kades.

Holis diketahui merupakan warga Kampung Babakangadoh, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

BACA JUGA:Viral Anak Kades di Garut Intimidasi Warga Gegara Kritik Dana Desa, Netizen: Audit Kepala Desanya!

Melalui media sosial, Holis menyampaikan kritik terhadap pemerintah setempat yang tak kunjung memperbaiki jalan rusak di wilayah tempat tinggalnya.

Kondisi jalanan yang rusak itu dinilai menghambat aktivitas warga sehari-hari, termasuk dirinya yang bekerja sebagai pengantar telur.

Alih-alih memperbaiki infrastruktur, keluarga Kades Panggalih, Kabupaten Garut justru melakukan intimidasi kepada Holis.

Dalam video yang beeredar, sejuumlah anggota keluarga kades mengintimidasi Holis dengan berbicara nada tinggi dan melontarkan kata-kata kasar.

Tak butuh waktu lama, video tersebut kemudian viral dan beredar lebih luas hingga menjadi sorotan publik.

BACA JUGA:Heboh Warga Garut Diintimidasi Keluarga Kades Imbas Kritik Dana Desa, Dedi Mulyadi Minta Bupati Turun Tangan!

Lantas siapa sosok Kades Panggalih Garut yang keluarganya jadi sorotan setelah bersikap arogan terhadap warga?

Sosok Kades Garut yang Viral Usai Keluarganya Intimidasi Warga 

Wahyu merupakan Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawwa Barat yang banyak dicari sosoknya oleeh warganet.

Melansir dari kanal YouTube Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wahyu mengaku telah menjabat sebagai kepala desa selama eenam tahun.

Dalam obrolan tersebut, Wahyu mengatakan bahwa pihak keluarganya tidak mengetahui persoalan sejak awal sehingga bertindak arogan dengan mengintimidasi warga.

"Begini pak, di kampung kan tidak tahu tentang regulasi pemerintah desa. Jadi intimidasi itu dari keluarga tidak tahu masalah awalnya,". ujar Wahyu.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Donasi Masjid di Gunungkidul yang Dirobohkan-Ditipu Donatur Capai Rp 200 Juta
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kalimantan Timur Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera Barat
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Jule Kepergok Liburan Bareng Jefri Nichol di Bali, Isu Kedekatan Kembali Menghangat
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Menkes: Seluruh Rumah Sakit Terdampak Bencana di Tiga Provinsi Kembali Beroperasi
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
BNPT Bakal Perketat Roblox, Anak di Bawah Umur Tak Bisa Buat Akun
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.