Prabowo: Swasembada Pangan Makin Penting di Tengah Konflik Negara Pemasok Beras

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya swasembada pangan sebagai syarat utama kemandirian dan kemerdekaan bangsa di tengah meningkatnya konflik antarnegara dan ketidakpastian global.

Prabowo mengatakan Indonesia tidak bisa selamanya bergantung pada impor pangan karena situasi geopolitik dunia semakin rentan. Narasi ini sekaligus untuk menekan risiko ketergantungan impor beras dari negara-negara yang kini dilanda konflik.

Ia mencontohkan Thailand, Kamboja, dan Vietnam yang selama ini menjadi sumber impor beras Indonesia kini kerap terlibat ketegangan dan perang. Selain itu, India sebagai salah satu pemasok pangan dunia juga tengah berkonflik dengan Pakistan.

"Dalam keadaan seperti itu bayangkan, amankan kita bergantung impor dari negara yang konflik," kata Prabowo saat memberikan arahan pembukaan dalam retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1).

Ia mengingatkan pengalaman Indonesia saat pandemi Covid-19, ketika banyak negara pengekspor pangan menutup akses ekspor. Pada saat itu, Indonesia kesulitan mengimpor pangan meskipun memiliki kemampuan membeli. Hal ini dikarenakan negara pengekspor pangan cenderung memilih untuk mengamankan cadangan pangan domestik masing-masing.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan dirinya telah menetapkan target swasembada pangan dalam empat tahun pertama masa pemerintahan. Ia menyebut target itu dapat tercapai lebih cepat dari jadwal.

"Alhamdulillah, Desember 31 tahun 2025 waktu 24.00 WIB bisa kita dengan resmi mengatakan kita di tahun 2025 Republik Indonesia swasembada beras," ujar Prabowo.

Pada forum tersebut, Prabowo juga menyampaikan capaian peningkatan cadangan beras nasional yang dikelola pemerintah saat ini. Menurutnya, stok beras saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia.

Prabowo membandingkan kondisi tersebut dengan era pemerintahan Presiden Soeharto, ketika cadangan beras pemerintah sempat mencapai puncaknya di angka sekitar dua juta ton.

"Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari tiga juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia," kata Prabowo.

Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu menekankan swasembada pangan tidak hanya terbatas pada beras sebagai makanan pokok. Status swasembada pangan juga dapat diraih melalui pemenuhan sumber karbohidrat lain seperti jagung dan singkong, serta protein.

"Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri, dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang merdeka bilamana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya," ujarnya. "Dan awalnya adalah swasembada beras, karena beras adalah makanan pokok kita."

Selain swasembada pangan, Prabowo turut menyampaikan bahwa kondisi swasembada energi juga menjadi fondasi penting bagi kemakmuran nasional. Ia menilai ketergantungan energi dari negara lain akan menyulitkan Indonesia untuk membangun ekonomi yang kuat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saldo E-Wallet Batal Masuk Radar DJP, Ini Penjelasan Resminya
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Umumkan Rencana Penjualan Minyak Venezuela ke Amerika Serikat
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wamenhaj Tegaskan Zero Tolerance Korupsi dalam Pengelolaan Haji
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Pejuang PNS-PPPK Siap-siap, Berikut Pola Rekrutmen dan Panduan Lengkap Mengetahui Formasi CPNS 2026
• 17 jam lalufajar.co.id
thumb
Bareskrim Polri Bongkar 644 Kasus Judol Sepanjang 2025, Sita Aset Senilai Rp286 Miliar
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.