Aksi Korporasi Jumbo OPMS di Balik Lonjakan Saham hingga 176%

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Harga saham emiten perdagangan logam bekas kapal, PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) melonjak 176,39% dalam enam bulan terakhir. Rencana perusahaan yang tengah menggenjot diversifikasi dengan menyiapkan ekspansi ke 16 lini bisnis baru sepanjang 2026 menjadi salah satu faktor lonjakan saham OPMS. 

Pada perdagangan hari ini, harga saham OPMS ditutup di batas atas harga saham atau auto reject atas (ARA), naik 24,38% ke level Rp 199. Harga sahamnya sepanjang tahun ini naik 47,41%. 

Aksi korporasi jumbo OPMS telah disetujui pada Desember 2025. Lini usaha baru perusahaan akan bergerak di sektor pangan, di antaranya perdagangan gula, cokelat, kembang gula, kopi, teh, kakao, makanan dan minuman hasil pertanian, buah-buahan, telur dan olahannya, susu dan produk turunannya, serta minuman nonalkohol lainnya.

Selain itu, perusahaan asal Surabaya ini juga akan melakukan perdagangan besar di komoditas beras, sayuran, minyak dan lemak nabati, daging ayam dan olahannya, roti, kue kering, kue basah, daging sapi dan olahannya, serta produk daging lainnya.

Direktur Optima Prima Metal Sinergi, Rubbyanto Handaja Kusuma mengatakan, pendapatan dan kontribusi tenaga ahli dari lini usaha baru akan dicatat dalam laporan keuangan kuartal keempat 2025 paling lambat 31 Maret 2026.

Ia juga mengatakan, perseroan akan fokus pada lini bisnis baru di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG), menggantikan prioritas sebelumnya pada penjualan besi scrap untuk ke depannya.

“Namun perusahaan akan tetap berusaha mengoptimalkan supply chain dan mendapatkan rantai pasok besi scrap yang stabil untuk meningkatkan pendapatan di segmen tersebut,” kata Rubbyanto dalam keterangannya, Selasa (6/1).

Adapun OPMS berdiri sejak 2012 dan bergerak dalam industri besi skrap di Indonesia. Selain menjalankan kegiatan jual beli dan daur ulang besi tua, OPMS juga mengelola pemotongan kapal sebagai bagian dari operasional usahanya.

Analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, strategi diversifikasi OPMS berpotensi untuk mengerek pendapatan kedepannya. Menurutnya kinerja perusahaan yang solid dan potensi tingginya dividen, minat investor terhadap saham OPMS diprediksi meningkat.

“Dengan jaringan distribusi yang terfokus di Wilayah Madura dan Jawa Timur, Perseroan memiliki peluang distribusi, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan regional,” kata Herditya.

Herditya juga mengatakan, penambahan lini usaha baru juga berpeluang bagi perseroan untuk menjalin kerja sama baru. Ia juga mengatakan, masuknya aksi beli investor memperkuat spekulasi adanya potensi kehadiran investor strategis atau mitra usaha, baik melalui skema akuisisi bertahap maupun kerja sama operasional.

Selain itu, menurut dia, jika mencermati pola transaksi yang cenderung stabil dan berulang, pergerakan tersebut mengindikasikan kemungkinan mulai masuknya investor institusional ke saham OPMS.

“Hal ini bisa menjadi sentimen baik bagi pergerakan saham OPMS ke depannya seiring dengan diversifikasi 16 lini bisnis baru yang telah disetujui,” ujarnya.

 
 

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Siapkan Rp 100 Miliar Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Polresta Yogyakarta Gerebek Ruko di Sleman, Diduga Markas Online Scam Internasional
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pesan Prabowo ke Menteri: Tinggalkan Ego Sektoral, Kerja Cepat dan Cerdas
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Putusan Cerai Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Digelar Hari Ini, Pengadilan Agama Agendakan Sidang Secara Online
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo: Memang Kalian Menteri-menteri Diangkat untuk Dihujat
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.