Magelang (ANTARA) - Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar memberikan pengarahan kepada perwira remaja abituren Akademi Militer (Akmil) Tahun Akademik 2025 yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun.
Ia menyampaikan di Magelang, Selasa, mengatakan pengarahan ini bertujuan untuk membekali para perwira remaja sebagai calon pemimpin TNI Angkatan Darat dan calon pemimpin nasional agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika geopolitik dan geostrategi global, regional, dan nasional di tengah perkembangan lingkungan strategis dunia yang semakin kompleks.
Rano menekankan para perwira remaja harus mampu membaca dan memahami perubahan geopolitik dunia sebagai dasar dalam pengambilan keputusan strategis di masa depan.
Menurutnya, tidak ada kawan ataupun lawan yang bersifat abadi dalam hubungan internasional, melainkan yang kekal adalah kepentingan nasional.
"Sebagai calon pemimpin nasional, perwira remaja harus memiliki wawasan geopolitik dan geostrategi yang kuat agar bangsa Indonesia tidak tergerus oleh pusaran dinamika global," katanya.
Baca juga: KSAD minta perwira lulusan Akmil siapkan diri jadi pemimpin tangguh
Rano menjelaskan posisi strategis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra, serta memiliki alur laut kepulauan Indonesia yang menjadi jalur utama perdagangan dunia.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadikan Indonesia memiliki peluang besar sekaligus potensi kerawanan geopolitik yang harus diantisipasi secara cermat.
Ia menekankan pentingnya memahami sejarah geopolitik dunia, dinamika kekuatan global, serta pengalaman negara-negara besar dalam merumuskan strategi nasional.
"Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para perwira remaja dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara," kata Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar.
Baca juga: Gubernur Akmil: Kemajuan teknologi hendaknya dimanfaatkan positif
Baca juga: Gubernur Akmil bekali wawasan kebangsaan siswa pelatihan Pertamina
Ia menyampaikan di Magelang, Selasa, mengatakan pengarahan ini bertujuan untuk membekali para perwira remaja sebagai calon pemimpin TNI Angkatan Darat dan calon pemimpin nasional agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika geopolitik dan geostrategi global, regional, dan nasional di tengah perkembangan lingkungan strategis dunia yang semakin kompleks.
Rano menekankan para perwira remaja harus mampu membaca dan memahami perubahan geopolitik dunia sebagai dasar dalam pengambilan keputusan strategis di masa depan.
Menurutnya, tidak ada kawan ataupun lawan yang bersifat abadi dalam hubungan internasional, melainkan yang kekal adalah kepentingan nasional.
"Sebagai calon pemimpin nasional, perwira remaja harus memiliki wawasan geopolitik dan geostrategi yang kuat agar bangsa Indonesia tidak tergerus oleh pusaran dinamika global," katanya.
Baca juga: KSAD minta perwira lulusan Akmil siapkan diri jadi pemimpin tangguh
Rano menjelaskan posisi strategis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra, serta memiliki alur laut kepulauan Indonesia yang menjadi jalur utama perdagangan dunia.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadikan Indonesia memiliki peluang besar sekaligus potensi kerawanan geopolitik yang harus diantisipasi secara cermat.
Ia menekankan pentingnya memahami sejarah geopolitik dunia, dinamika kekuatan global, serta pengalaman negara-negara besar dalam merumuskan strategi nasional.
"Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para perwira remaja dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara," kata Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar.
Baca juga: Gubernur Akmil: Kemajuan teknologi hendaknya dimanfaatkan positif
Baca juga: Gubernur Akmil bekali wawasan kebangsaan siswa pelatihan Pertamina

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5315786/original/085108100_1755171257-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__32_of_75_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5227891/original/051091000_1747826644-20250521-Tiang_Monorel-HER_7.jpg)
