FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — PSM Makassar jadi salah satu tim Super League 2025/2026 yang masih adem jelang dibukanya bursa transfer paruh musim 2025/2026.
Saat beberapa klub seperti Persija, Persebaya, Persib, hingga Malut United sudah dikaitkan dengan beberapa nama pemain baru.
PSM Makassar justru belum ada terdengar satu pun rumor transfer pemain yang akan bergabung.
Skuad asuhan Tomas Trucha ini tampaknya masih santai dalam pergerakan mencari pemain baru.
Adapun untuk bursa transfer paruh musim atau periode pendaftaran kedua untuk kompetisi Super League akan resmi dibuka pada 10 Januari 2026 dan ditutup pada 6 Februari 2026.
Hal ini yang sepertinya jadi alasan PSM masih begitu santai untuk mencari pemain buruannya.
Sang Pelatih sudah Tetap Target Pemain
Meski terlihat santai, namun sang pelatih Tomas Trucha sudah menetapkan pemain-pemain yang bakal diincar di bursa transfer paruh musim ini.
Prioritas pelatih berusia 53 tahun itu adalah menambah pemain untuk posisi di lini belakang.
Ia pun mengaku secara blak-blakkan akan mengincar pemain belakang untuk menambah kekuatan timnya.
Baik itu pemain lokal maupun asing, yang pasti incaran utamanya di bursa transfer paruh musim ini adalah pemain belakang atau bek.
“Kita sedang mencari pemain lokal dan juga asing (Bek). Kita lihat saja nanti apa bisa dilakukan. Kita harap bisa lakukan itu segera,” kata Tomas Trucha usai laga hadapi Borneo FC.
Tambahan pemain belakang disebut pemain asal Republik Ceko ini akan jadi sesuatu yang berarti.
Dimana, timnya bisa menambah opsi pemain lain yang bakalan mengisi jantung pertahanan sebelum berhadapan dengan Hilmansyah di putaran kedua nantinya.
“Kita bisa lebih kuat lagi di putaran kedua,” ungkapnya.
Wajib Tambah Pemain untuk Jauhi Zona Merah
PSM yang tampil belum konsisten seperti wajib untuk mendatangkan pemain baru selagi memiliki kesempatan.
Apalagi, sejak kedatangan Trucha ia belum belanja satu pun pemain dan pemain yang ada di skuad kali ini adalah warisan dari pelatih sebelumnya Bernardo Tavares
Tim berjuluk Juku Eja ini disebut wajib menambah kekuatan karena posisi mereka yang mulai terancam.
Duduk di posisi papan tengah klasemen sementara lantas tidak membuat PSM aman dari zona degradasi.
PSM tertahan di peringkat ke-9 dengan 19 poin dari 16 laga. Hanya saja, Juku Eja mulai menghadapi ancaman serius.
Berdasarkan klasemen sementara, PSM hanya unggul sekira 12 poin dari dasar klasemen, sementara kompetisi masih menyisakan banyak pertandingan.
Melihat selisih yang poin bisa dikatakan tipis itu, tidak membuat skuad asuhan Tomas Trucha itu berleha-leha.
Alasannya karena, mereka bisa terkejar dari para pesaingnya yang perlahan merangkak naik dari posisi bawah.
Dari tiga laga terakhir di Liga, PSM Makassar sama sekali gagal mendapatkan satu pun poin.
Yuran Fernandes dan kawan-kawan, menelan tiga kekalahan beruntun, jadi bukti bagaimana konsisten masih jauh dari tim PSM Makassar.
Di tiga laga ini, PSM Makassar menelan kekalahan dari Malut United 0-1, kemudian Persib Bandung dengen skor yang sama.
Terbaru di pekan ke-16, tim berjuluk Juku Eja ini kembali menelan kekalahan 2-1 dari Borneo FC pada Sabtu (3/1/2026) lalu.
Langkah utama yang harus dilakukan tim saat ini adalah kembali ke lapangan latihan untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami harus menganalisa apa yang salah, bekerja lebih baik lagi, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” terangnya.
(Erfyansyah/fajar)




