JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden AS Donald Trump punya niat untuk mengambil alih Greenland.
Niatnya itu sudah lama diungkapkan dalam setiap kesempatan.
Tak cukup hanya ingin menguasai Venezuela setelah Nicolas Maduro ditangkap, Trump mengulangi seruan sebelumnya agar AS mengambil alih Greenland setelah operasi militer AS di Venezuela, di mana Presiden Nicolás Maduro dan istrinya ditangkap dan dibawa ke New York.
Sehari setelah operasi tersebut, Trump mengatakan kepada wartawan.
BACA JUGA:GREAT Institute: Pemimpin Dunia Harus Kecam Aksi Koboi Trump
“Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional. Ini sangat strategis. Saat ini, Greenland dipenuhi kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana," katanya dilansir dari BBC.
Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, menanggapi dingin.
"Cukup sudah, penguasaan AS atas pulau kami sebagai fantasi," kata sang PM.
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mengatakan “AS tidak memiliki hak untuk menganeksasi salah satu dari tiga negara di Kerajaan Denmark.”
BACA JUGA:Ramalan Roy Kiyoshi 2026 Sempat Sebut Nama Donald Trump: Akan Ada Kabar Besar
Pada 2019, selama masa jabatan presiden pertamanya, Trump menawarkan untuk membeli pulau itu tetapi diberitahu bahwa Greenland tidak dijual.
Ia menghidupkan kembali minatnya setelah kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, dan belum menutup kemungkinan penggunaan kekuatan.
Sikapnya mengejutkan Denmark, sekutu NATO yang secara tradisional memiliki hubungan dekat dengan Washington, menurut koresponden diplomatik BBC News, James Landale.
Terdapat juga kunjungan tingkat tinggi yang kontroversial ke Greenland. Wakil Presiden JD Vance melakukan kunjungan pada Maret dan memberikan pidato yang menuduh Denmark gagal berinvestasi cukup untuk melindungi wilayah tersebut.
Perselisihan baru mengenai niat AS muncul pada akhir 2025. Trump menunjuk utusan khusus untuk Greenland, Jeff Landry, yang secara terbuka berbicara tentang menjadikan pulau itu bagian dari AS.
- 1
- 2
- 3
- »





