Seorang bocah perempuan bernama Asmi Anggraini (4) terkena tembakan peluru nyasar di bagian kelopak mata. Saat itu, korban tengah berada di becak hendak menjemput ayahnya di Pajak Baru, Belawan, Medan, Senin (5/1) sekitar pukul 19.00 WIB.
Romanda Siregar (33) mengatakan, peristiwa ini berawal saat ia bersama anaknya naik becak hendak menjemput ayah mereka di Pajak Baru. Namun, di tengah perjalanan terjadi tawuran yang menyebabkan lalu lintas macet.
“Lagi di dalam becak. Becak kami mau lewat, waktu itu ada tawuran antarkampung. Jadi, namanya kita sudah macet, ternyata orang itu lagi perang,” kata Romanda saat ditemui di Rumah Sakit dr. Pringadi, Medan, Selasa (6/1).
Tak lama kemudian, anaknya tiba-tiba menjerit. Romanda terkejut saat melihat darah bercucuran dari kelopak mata anaknya.
“Enggak tahu tiba-tiba dari mana peluru datang. Ya sudah, ‘Mak!’ katanya gitu. Ternyata sudah darah semua,” ucap Romanda.
Romanda langsung memeluk anaknya yang berlumuran darah dan membawanya ke Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) Medan. Namun, saat itu jalur menuju rumah sakit tidak dapat dilalui karena tawuran.
“Jadi dibawa ke klinik belakang PHC, Klinik Era, kami bawa. Tapi ibu (petugas klinik) itu bilang enggak berani karena lukanya dekat mata. Takutnya kena mata, jadi salah,” imbuh Romanda.
Akhirnya, Romanda membawa anaknya ke Rumah Sakit dr. Pringadi Medan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Terkendala Biaya
Romanda mengaku kesulitan membiayai pengobatan anaknya. Terlebih, mereka tidak memiliki BPJS.
“Terhadap pemerintah, tolong dibantu. Bagaimana caranya supaya anak saya ini bisa dikeluarkan pelurunya,” ucap Romanda.
“Setiap dia nangis, air mata keluar darah. Tolonglah anak saya,” sambungnya.
Penjelasan Rumah Sakit dr. Pringadi
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD dr. Pringadi Medan, Gibson Girsang, mengatakan bahwa hasil rontgen menunjukkan adanya peluru di rongga kepala anak tersebut.
“Hasil rontgen itu menunjukkan bentuk peluru di rongga kepala. Dari dokter kami bilang itu peluru dan masih bersarang di kepala,” ucap Gibson.
Gibson menyebutkan, Rumah Sakit dr. Pringadi akan merujuk korban ke Rumah Sakit Adam Malik Medan dan Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU). Ia menjelaskan, RS dr. Pringadi tidak memiliki dokter mata.
“Kondisi anak membaik. Namun karena adanya benda asing tentu mengganggu. Akan dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik dan Rumah Sakit USU. Untuk Rumah Sakit Adam Malik, sudah kami hubungi, tetapi bedah mata tidak ada,” ujar Gibson.
“Di Rumah Sakit USU ada (dokter mata), tetapi ruangannya penuh. Dari Rumah Sakit dr. Pringadi menyarankan mencari ruangan kosong agar bisa langsung ke sana (RS USU),” tutup Gibson.
Sementara itu, pihak kepolisian telah dimintai keterangan terkait kasus tersebut, namun hingga kini belum memberikan jawaban.




