Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) melaporkan progres pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh sudah mencapai 75 persen. Nantinya, huntara di Aceh Tamiang ditarget rampung pada 10 Januari mendatang.
Adapun pembangunan huntara yang dibangun di Gampong Bundar, Aceh Tamiang tersebut direncanakan terdiri atas 7 blok bangunan modular. Adapun 1 blok huntara memiliki kapasitas untuk 12 kepala keluarga (KK) atau 48 orang.
“Kami berkomitmen untuk men-support penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, Selasa (16/1).
Dengan 7 blok huntara di Aceh Tamiang itu, sebanyak 84 KK atau 336 orang dapat ditampung. Nantinya, kawasan huntara juga dilengkapi beberapa fasilitas seperti toilet umum, instalasi listrik dan pencahayaan sampai jaringan air bersih dan sanitasi. Fasilitas tersebut ditujukan agar kebutuhan dasar warga yang menempati huntara dapat dipenuhi.
Huntara tersebut dibangun dengan sistem bangunan modular menggunakan struktur rangka baja ringan namun tetap dirancang untuk kuat dan cepat dibangun. Selain itu, kenyamanan penghuni juga menjadi hal yang diperhatikan.
Dalam pengerjaan, proses pembangunan meliputi pembangunan pondasi, pemasangan rangka modular, dinding dan atap baja ringan, sampai pekerjaan mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP).
Adapun untuk saat ini, dari total 7 blok utama di sana, satu blok masih difungsikan sementara sebagai area penyimpanan material.




