BNPB Optimalkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera dan Percepat Penanganan

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan di awal tahun 2026. Berdasarkan peringatan dini dari BMKG, sejumlah wilayah di Pulau Sumatera diprediksi akan mengalami curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sehingga BNPB memutuskan untuk memfokuskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari  dalam keterangannya di laman akun YouTube @bnpb_indonesia pada Selasa, 6 Januari 2026 menjelaskan bahwa pengerahan armada udara kini dikonsentrasikan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara untuk mencegah potensi bencana susulan.

“Kita memperhatikan peringatan dini cuaca dari BMKG. Untuk besok itu ada 14 kabupaten/kota yang berpotensi mengalami intensitas hujan sedang hingga lebat. Sumatera Utara ada 24 kabupaten/kota dan Sumatera Barat ada satu kabupaten/kota sehingga fokus operasi modifikasi cuaca kita akan kita kerahkan di dua provinsi ini, Aceh dan Sumatera Utara. Untuk sementara seperti terlihat bahwa tiga pesawat setiap provinsi ini terus kita optimalkan untuk Aceh. Ini setengah Aceh hampir kita tutup dengan line operasi modifikasi cuaca, kemudian juga di tengah hingga ke selatan yang beroperasi dari base op-nya dari Medan,” ujar Abdul Muhari.

Baca Juga: BNPB Catat Penanganan Banjir dan Longsor Masuki Fase Transisi Darurat

Langkah ini diambil guna memastikan proses pemulihan infrastruktur di darat tidak terganggu oleh ancaman banjir maupun tanah longsor, seperti yang terjadi baru-baru ini di Gayo Lues. BNPB menargetkan persentase pengurangan hujan melalui modifikasi cuaca dapat ditingkatkan hingga 50 persen.

“Ini kita optimalkan benar-benar kita ingin menjaga supaya di Januari hingga nanti akhir Februari yang disampaikan oleh BMKG ini merupakan puncak dari musim hujan di awal tahun. Setidaknya kita bisa meminimalkan meskipun laju atau persentase pengurangan dari operasi modifikasi cuaca yang kita lakukan sejauh ini sekitar 25% hingga 30%. Kita harapkan dengan menaikkan lagi sorti penerbangan hingga 24 jam ini kita bisa masuk ke 40% hingga 50% supaya benar-benar pekerjaan-pekerjaan yang sudah kita lakukan di darat ini benar-benar bisa aman dan tidak kembali terdampak oleh potensi bencana susulan,” jelasnya.

Di sisi lain, Abdul Muhari juga menyampaikan kabar duka terkait musibah banjir bandang yang melanda wilayah Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin, 5 Januari 2026. Hingga Selasa siang, tercatat korban jiwa terus bertambah seiring dengan proses pencarian yang masih berlangsung di lapangan.

Baca Juga: BNPB Optimalkan Distribusi Logistik di Masa Transisi Darurat, Pastikan Stok Tidak Mengendap

“Sebagai informasi penutup, tentu saja kita juga kembali berduka saudara-saudara kita di Sitaro. Ini update per pukul 14:00 siang ini. Banjir bandang yang terjadi kemarin Senin 5 Januari dini hari, ini korban yang sudah ditemukan 16 jiwa meninggal dunia, masih ada tiga korban hilang yang masih dalam proses pencarian. Kita harapkan di hari ini atau besok bisa segera ditemukan. Ada 682 jiwa yang mengungsi, 7 unit rumah hanyut, ada 29 unit rumah rusak berat. Saat ini tim BNPB bersama tim pemerintah daerah sudah di lokasi dan kita akan optimalkan upaya-upaya tanggap darurat pertama supaya korban jiwa bisa segera ditemukan,” ungkapnya.

Saat ini, fokus utama tim di Sitaro adalah memastikan logistik pengungsi terpenuhi dan melakukan pembersihan material pascabencana menggunakan alat berat. Abdul Muhari menutup keterangannya dengan mengapresiasi kerja sama seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.

“Sekali lagi pemerintah mengucapkan terima kasih untuk kerja sama, kegotongroyongan, dan bahu-membahu kita dengan pemerintah daerah, segenap entitas yang terlibat di tiga provinsi, relawan, masyarakat di semua golongan. Kita harapkan ini tentu saja bisa terus diperkuat dan mempercepat upaya kita memulihkan daerah terdampak,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Percepat Pemulihan Pascabencana, Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Mahasiswa UMM Kembangkan COLARIX, Kalung Pintar IoT–AI untuk Deteksi Dini PMK pada Ternak
• 13 jam laluberitajatim.com
thumb
Kemdiktisaintek Buka Program PKL Batch 1 2026, Simak Persyaratan dan Formasinya!
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
PLN hadirkan diskon tambah daya sebesar 50 persen
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Harga Minyak Jatuh, Pasar Cermati Pasokan dan Isu Venezuela
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.