Jakarta, VIVA – Perkembangan asisten virtual semakin terasa dalam kehidupan digital masyarakat Indonesia. Teknologi ini tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi mulai diposisikan sebagai representasi nilai, karakter, dan pendekatan manusiawi sebuah layanan.
Di tengah masifnya adopsi layanan keuangan digital, kehadiran asisten virtual menjadi jembatan antara teknologi dan pengguna. Ia membantu menyederhanakan proses, menjawab kebutuhan, sekaligus membangun rasa percaya dalam setiap interaksi.
Menariknya, asisten virtual kini juga dimaknai sebagai simbol inklusivitas dan pemberdayaan. Sosok Kartini dihadirkan sebagai representasi bahwa teknologi modern dapat tetap membawa nilai-nilai lokal yang relevan dengan masyarakat Indonesia.
Pendekatan tersebut tercermin dalam langkah Beyondtech yang memperkenalkan Kartini sebagai asisten virtual perusahaan. Sosok ini menjadi bagian dari strategi Beyondtech dalam menghadirkan layanan pembayaran dan remitansi yang mudah diakses dan berorientasi pada pengguna.
Setelah berhasil menjadi salah satu brand remitansi dan pembayaran yang dipercaya di Indonesia, Beyondtech menutup Annual Meeting 2026 dengan pesan transformasi yang jelas. Perusahaan menegaskan kesiapan memasuki 2026 dengan arah strategis, kepemimpinan yang solid, dan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan.
Perusahaan menilai momen ini bukan sekadar agenda tahunan. Annual Meeting diposisikan sebagai titik pijak untuk memperkuat identitas perusahaan, tata kelola, serta kepercayaan publik di tengah dinamika industri pembayaran.
Dengan jutaan pengguna yang dilayani setiap hari, Beyondtech kembali menegaskan fondasi utamanya. Perusahaan ingin memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berpijak pada tujuan, nilai, dan kebermanfaatan sosial.
Penguatan tersebut juga ditandai dengan pembaruan struktur kepemimpinan. Beyondtech menghadirkan figur-figur berpengalaman untuk memperkuat pengambilan keputusan dan stabilitas organisasi.
“Kehadiran dua figur baru di jajaran kepemimpinan Beyondtech merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi yang telah dibangun selama ini,” ujar Direktur Beyondtech Maulana, dikutip dari keterangan resmi Selasa, 6 Januari 2026.
Struktur kepemimpinan Beyondtech kini diperkuat oleh Alan Maulana sebagai Komisaris Utama sekaligus board of founder. Ia membawa lebih dari 10 tahun pengalaman di industri payment dan jasa keuangan untuk menjaga arah strategis jangka panjang.
Selain itu, Priadi Santoso bergabung sebagai Komisaris dengan pengalaman lebih dari dua dekade di sektor sistem pembayaran. Latar belakangnya di Bank Indonesia memperkuat disiplin regulasi dan manajemen risiko perusahaan.



