Polisi Turun Tangan Selidiki Penyebab Kebakaran di Kawasan Sumur Minyak Blora

jpnn.com
1 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com, BLORA - Polisi masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran di kawasan sumur rakyat di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, lokasi kejadian kebakaran diduga merupakan tempat penampungan minyak mentah.

BACA JUGA: Sumur Minyak Rakyat Membantu Perekonomian Daerah

"Sempat terbakar, tetapi api dapat dipadamkan oleh warga setempat dengan bantuan petugas, termasuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," kata Wakapolres Blora Kompol Slamet Riyanto dimintai tanggapannya soal video kebakaran di kawasan yang sebelumnya banyak sumur minyak rakyat di Blora, Selasa.

Untuk saat ini, kata Slamet, kondisi di lokasi dinyatakan padam. Informasi sementara di lokasi terdapat sekitar 17 bult atau tempat penampungan.

BACA JUGA: Menteri Bahlil & Gubernur Herman Deru Tinjau Sumur Minyak Rakyat di Muba, Ada Kabar Baik

Namun, pihaknya masih melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi seluruhnya terdampak kebakaran atau tidak.

Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

BACA JUGA: Dorong Produksi Migas, Menteri ESDM & Dirut Pertamina Kunjungi Sumur Minyak Rakyat di Muba

"Sumber api berasal dari mana dan apa penyebab pastinya masih kami dalami. Kami juga meneliti apakah bult-bult tersebut benar berisi minyak mentah atau hanya minyak bekas," ujarnya.

Ia menambahkan lokasi kejadian berada sekitar 200 hingga 300 meter dari titik awal yang dilaporkan, ke arah kiri jika berjalan dari akses masuk.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari warga yang mengetahui langsung peristiwa tersebut.

Setelah kejadian serupa beberapa waktu sebelumnya, aktivitas sumur minyak di wilayah tersebut sebenarnya dilarang. Namun, di lapangan masih ditemukan bekas-bekas sumur lama.

"Kami akan memastikan apakah masih ada aktivitas penambangan minyak ilegal atau tidak," ujarnya.

Mengenai adanya penghadangan terhadap wartawan saat hendak meliput, pihak kepolisian meminta agar komunikasi dengan warga dilakukan secara baik.

"Kami akan berkoordinasi dengan warga agar kejadian penghadangan tidak terulang," ujarnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora Heri Purnomo menyayangkan adanya penghadangan terhadap puluhan wartawan yang hendak meliput dugaan ledakan sumur minyak rakyat di Desa Gandu pada Selasa.

Ia mengatakan tindakan pelarangan tersebut menghambat kerja jurnalistik serta berpotensi memicu beredarnya informasi yang tidak akurat di tengah masyarakat.

Selain itu, kerja jurnalistik dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pada Pasal 18 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas jurnalistik dapat dikenai sanksi pidana.

Menurut Heri, penghadangan dilakukan dengan menutup akses menuju lokasi kejadian di Dukuh Gendono, wilayah yang dikenal sebagai kawasan sumur-sumur minyak rakyat.

Di lokasi tersebut, terdapat portal atau batas larangan melintas yang membuat awak media diminta untuk putar balik.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 24 detik beredar luas di media sosial yang memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membumbung di tengah permukiman warga.

Dalam rekaman tersebut, terdengar suara seseorang yang menyebutkan, "Sumur rakyat Gandu meletus lagi".

Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya lima unit mobil pemadam kebakaran terlihat keluar dari wilayah Desa Gandu.

Namun, hingga berita ini disiarkan, awak media belum dapat memastikan kondisi terkini di lokasi kejadian karena akses masih ditutup, termasuk bagi warga sekitar.

Peristiwa dugaan ledakan sumur minyak rakyat di Desa Gandu bukan yang pertama terjadi. Sebelumnya, pada 17 Agustus 2025, ledakan serupa dilaporkan menewaskan lima warga setempat.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ada Fasilitas Lift Chair, Monas Makin Ramah untuk Penyandang Disabilitas dan Lansia
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Etika Transplantasi Organ Babi ke Manusia Tuai Perdebatan, Ini Kata Ahli Bioetika
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Amnesty Soroti KUHP dan KUHAP Baru: Penangkapan Massal Jadi Alarm Kematian Demokrasi | SATU MEJA
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Yai Mim Eks Dosen UIN Malang Jadi Tersangka Kasus Pornografi
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
MKMK soal Anwar Usman Sering Absen Rapat: Penegakan Etik Harus Datang dari Dalam
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.