MADURA, KOMPAS.TV - Kesebelasan Putra Jaya Pasuruan menjadi sorotan publik setelah insiden tendangan horor yang terjadi dalam laga Liga 4 Jawa Timur.
Pemain klub Putra Jaya Pasuruan menerjang pemain lawannya dari Perseta Tulungagung hingga terkapar.
Insiden terjadi pada pertandingan Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung dalam lanjutan babak 32 besar Liga 4 Jatim yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura.
Kesebelasan Putra Jaya Pasuruan tertinggal 0-4 dari Perseta Tulungagung ketika laga memasuki menit ke-71.
Dalam situasi tersebut, pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar berusaha merebut bola dari pemain Perseta, Firman Nugraha.
Hilmi melakukan tendangan keras ke arah dada Firman. Wasit yang memimpin pertandingan tanpa ragu mengganjar kartu merah langsung kepada Hilmi.
Pelatih Perseta Medi Redondo mengecam aksi pemain lawan karena dinilai tidak sportif hingga mengakibatkan luka pada pemainnya.
Pesepakbola Perseta Tulungagung Firman Nugraha yang menjadi korban tendangan kungfu lawannya mengeluhkan rasa sakit yang dialaminya di bagian dada.
Klub Liga 4 zona Jawa Timur Putra Jaya Pasuruan memecat pemainnya Hilmi Gimnastiar buntut tendangan horor ke pemain Perseta Tulungagung.
Dalam surat tanggal 5 Januari itu, Putra Jaya Pasuruan pun meminta maaf atas peristiwa itu.
Ketua Komite Disiplin PSSI Umar Husin bilang semua perangkat kompetisi dan penegakan disiplin PSSI harus bertindak tegas memberikan sanksi seberat-beratnya.
Aksi horor dilakukan pesepakbola Putra Jaya Pasuruan dengan menerjang dada pemain lawan. Komite Disiplin PSSI mendesak pemberian sanksi sangat berat. Kami akan bahas bersama Analis Sepak Bola Anton Sanjoyo.
Baca Juga: Komdis PSSI Minta Pemain PS Putra Jaya Pelaku Tendangan Kungfu Dihukum Berat
#tendanganhoror #liga4 #tendangankungfu
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- Muhammad Hilmi Gimnastiar
- tendangan kungfu
- tendangan horor
- liga 4
- Putra Jaya Pasuruan
- Perseta




