Pengamat: Warisan Politik SBY Dipertaruhkan Jika Demokrat Putar Haluan soal Pilkada

liputan6.com
1 hari lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Partai Demokrat secara resmi menyatakan keselarasan sikap dengan Presiden Prabowo Subianto terkait wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) di masa mendatang, di mana saat itu dilempar wacana kepala daerah dipilih oleh DPRD.

Pengamat politik Arifki Chaniago mengatakan, sikap Demokrat tersebut berpotensi menghancurkan warisan Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, yang tahun 2014 mengeluarkan Perppu dan mempertahkan memilih mekanisme Pilkada langsung.

Advertisement

BACA JUGA: Polisi Usut Akun TikTok hingga YouTube Sebut SBY Dalangi Isu Ijazah Palsu Jokowi

"Demokrat terlihat lebih memilih menjaga keberlanjutan posisinya di dalam orbit kekuasaan nasional ketimbang mempertahankan sikap lama yang pernah menjadi identitas politik partai. Ini pilihan rasional secara jangka pendek, tapi mahal secara simbolik," kata dia dalam keterangannya, Selasa (6/1/2025).

Arifki menyadari, ruang manuver Demokrat di DPR memang sempit jika ingin mempertahankan Pilkada langsung. Namun, menurut dia, ada konsekuensi kehilangan narasi moral yang selama ini melekat ke partai berlambang bintang Mercy, khususnya terkait komitmen pada demokrasi elektoral.

"Dalam konteks ini, Demokrat tidak sedang mempertaruhkan figur, melainkan arah partai. Yang dipilih adalah tetap berada di lingkar kekuasaan, meski harus membayar harga berupa pudarnya kesinambungan sikap politik masa lalu. Balik badannya Partai Demokrat soal Pilkada via DPRD adalah taruhan yang mungkin saja dibayar oleh Demokrat di Pileg 2029," jelas dia.

Arifki menilai, jika tidak diiringi narasi politik yang kuat dan penjelasan terbuka ke publik, dukungan Demokrat terhadap Pilkada via DPRD berpotensi dibaca sebagai pelepasan nilai historis yang selama ini menjadi pembeda partai.

"Secara jangka pendek Demokrat aman berada di barisan mayoritas. Tapi secara jangka panjang, partai ini harus menjawab satu hal, apa lagi identitas politik Demokrat jika warisan sikap lama soal demokrasi elektoral ikut ditinggalkan," kata dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BI: Cadangan Devisa Naik ke US$156,5 Miliar per Akhir Desember 2025
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Keberatan dengan Eksepsi Nadiem, Jaksa: Tak Perlu Cari Simpati dan Giring Opini
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Dua Petinggi TAYS Kompak Mundur, Ternyata Ini Alasannya
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!
• 3 jam lalutheasianparent.com
thumb
Wapres Gibran bantu pemulihan psikologi anak korban banjir di Banjar
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.