Usulan Pilkada Lewat DPRD, DPR Lebih Pilih Fokus Tangani Bencana Sumatera

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa pihaknya belum memutuskan untuk membahas aturan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD, setelah mayoritas partai politik (parpol) telah bersikap mendukung usulan tersebut.

Ia mengatakan pihaknya ingin fokus untuk menangani pascabencana banjir dan tanah longsor di Sumatera terlebih dulu, ketimbang membahas aturan kepala daerah dipilih lewat DPRD.

Baca Juga :
Desa Owaq Kembali Terkoneksi, Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan di Aceh Tengah
Demokrat Dukung Pilkada Dipilih Lewat DPRD: Demokrasi Harus Tetap Hidup

Ilustrasi surat suara pemilu
Photo :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

"Kalau ditanya pada saat sekarang ini, marilah kita sama-sama semua fokus pada penanganan bencana dulu di Sumatera dan juga, kita tidak berharap, tapi ada potensi gunung yang kemudian mungkin nantinya harus juga dampaknya ditangani dengan baik," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa, 6 Januari 2026.

Dasco juga menyampaikan, pihaknya lebih mementingkan antisipasi dan mitigasi bencana di sejumlah daerah. "Kita tidak berharap, tapi ada potensi gunung yang kemudian mungkin nantinya harus juga dampaknya ditangani dengan baik," tuturnya.

Karena itu, kata Dasco, soal pilkada lewat DPRD yang menjadi polemik dan kemudian sudah ada beberapa sikap, pihaknya meminta agar lebih fokus ke penanganan bencana.

Saat disinggung rencana waktu pembahasan, Dasco mengaku belum bisa menjawab. Sebab, kata dia, belum ada keputusan waktu pembahasan kepala daerah dipilih lewat DPRD.

"Nah, justru pembahasan atau tidak pembahasan, itu juga belum diputuskan kapan dibahasnya, karena kita masih reses. Jadi saya belum bisa jawab," pungkasnya.

Ihwal pilkada lewat DPRD ini diusulkan oleh Partai Golkar. Hal itu sebagaimana salah satu rekomendasi yang dihasilkan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2025 partai tersebut.

Ilustrasi pemilu
Photo :
  • Tokopedia

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam siaran pers, Minggu, 21 Desember 2025 mengatakan rekomendasi itu disampaikan sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat, dengan menitik beratkan pada keterlibatan dan partisipasi publik dalam proses pelaksanaannya.

Terkait pemilu, Partai Golkar merekomendasikan perbaikan dan penyempurnaan sistem proporsional terbuka dengan memperbaiki aspek teknis penyelenggaraan, penyelenggara, dan tata kelola untuk mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.

Baca Juga :
Cara Pertamina Patra Niaga Akselerasi Pemulihan Aktivitas Pendidikan di Aceh Pascabencana
Idrus Marham: Pemilihan Tidak Langsung Itu Jalan Ideologis Demokrasi Pancasila
Mendagri Pastikan Stok Beras buat Daerah Bencana Sumatera Aman hingga 6 Bulan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gugatan CMNP Salah Pihak, Ahli Hukum Perdata: Broker Tak Bisa Digugat!
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Kukuhkan Posisi Bank Pertama di Indonesia Bersertifikasi TMMi Level 3, BRI Kembali Raih Resertifikasi ISO 29119
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Sebut Sudah Ada Lobi Agar Dukung Pilkada via DPRD, Polikus PDIP: Sikap Kita Tak Akan Berubah!
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Yusril Sebut Batas Kritik dan Hinaan di KUHP Baru Sudah Jelas
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Pesangon di Indonesia: Perlindungan Kerja yang Belum Merata
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.