Penulis: Hesti D. Ameliasari
TVRINews, Banjarmasin
Di SDN Sungai Lulut 3 dampak banjir mulai menyerang struktur utama sekolah. Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami perubahan struktur pada bagian dinding dan lantai yang mulai melengkung. Kondisi ini diduga terjadi karena material bangunan terendam air dalam jangka waktu lama sehingga memicu pelapukan pada pondasi.
“Sepertinya beberapa ruangan di sekolah kami ada yang strukturnya melengkung atau pergeseran pondasi dan ini sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan dan semoga cepat direalisasikan untuk perbaikan,” harap Kepala SDN Sungai Lulut 3, Huda Ahmadi saat ditemui pada Selasa, 6 Januari 2026.
Kerusakan fasilitas belajar juga terjadi di SDN Pemurus Baru 3. Ratusan meja dan kursi belajar siswa terancam rusak dan keropos akibat terendam genangan air sejak November lalu. Selain kerusakan sarana prasarana sekolah area halaman sekolah yang tergenang kini ditumbuhi lumut tebal yang berisiko bagi keselamatan.
Kini pihak sekolah telah mengevakuasi dokumen serta perangkat elektronik ke tempat yang lebih tinggi untuk meminimalisir kerugian material. Pendataan kerusakan sarana prasarana terus dilakukan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin sebagai acuan teknis dalam proses penyaluran bantuan perbaikan.
“Kalau rusak kami belum lihat, tapi untuk yang sarana prasarana sudah diamankan sebelum masa libur sekolah. Dari Kementerian Dikdasmen melalui BPMP itu minta pendataan kesemua sekolah yang terdampak banjir untuk menjadi dasar bantuan dari Kemendikdasmen selain sebagai evaluasi kita juga,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin terdapat 50 sekolah yang terdampak banjir. Jumlah tersebut terdiri dari lima PAUD, 26 SD dan 19 SMP.
Hingga saat ini pembelajaran tatap muka di sekolah yang terdampak masih dialihkan ke sistem daring sambil menunggu evaluasi kondisi keamanan bangunan dan penyurutan air.
Editor: Redaktur TVRINews




