GenPI.co - KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan terkait pembangunan sumur untuk korban bencana Sumatra, yang menelan anggaran Rp 150 juta.
Maruli Simanjuntak mengatakan sumur yang akan dibangun untuk korban bencana, punya kedalaman tertentu.
Dia menyampaikan kedalamannya harus mencapai titik mata air, supaya air yang keluar dalam jumlah yang besar.
“Kalau tidak menemukan mata airnya, maka air itu bisa habis,” katanya di Dermaga Satangair TNI AD, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/1).
Maruli mengungkapkan kedalaman sumur, sekitar 100 sampai 200 meter. Kebutuhan dana yang lebih besar, karena untuk memenuhi kebutuhan beberapa rumah.
“Rumah saya di Bandung, mungkin tidak sampai Rp 10 juta hanya untuk keluarga. Ini kepentingannya satu desa,” ucapnya.
Pembahasan pengeboran sumur tersebut, dilakukan saat rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Maruli dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam forum itu mengatakan biaya pengeboran sumur kedalaman 100-200 meter mencapai Rp 100 juta sampai 150 juta.
Prabowo Subianto pun menilai biaya pengeboran sumur itu, termasuk terjangkau. Sebab, memiliki kedalaman 100-200 meter.
Selain itu, dana tersebut sudah termasuk alat pendukung lainnya, seperti instalasi dan tangki air. (ant)
Lihat video seru ini:




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5398062/original/087063200_1761833811-nova_arianto.jpg)
