Sejumlah Desa dan Dusun di Aceh Hilang Akibat Banjir dan Longsor

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Banda Aceh: Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh melaporkan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah menyebabkan sejumlah desa dan dusun hilang. Wilayahnya tersebar di tujuh kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya.

"Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh dan DPMK kabupaten, banyak pemukiman lenyap akibat terseret arus banjir dan longsor, sehingga tidak lagi dapat dihuni," kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, dikutip dari Antara, Selasa, 6 Januari 2026.

Di Kabupaten Aceh Tamiang dalam wilayah Kecamatan Sekerak, Desa Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang dilaporkan sudah tidak ada karena terseret arus banjir dan longsor. Seluruh penduduk terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman atau ke rumah kerabat.
 

Baca Juga :

Sekolah Hancur Diterjang Banjir, Anak-Anak Aceh Belajar di Dalam Tenda


Kemudian di Aceh Utara, di Kecamatan Sawang dan Langkahan satu dusun di Desa Guci serta wilayah Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dusun Rayeuk Pungkie juga dinyatakan hilang.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Nagan Raya, yakni di Kecamatan Kuta Teungoh dan Babah Suak. Desa Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan hingga sebagian besar permukiman tidak tersisa.

Di wilayah Aceh Tengah, di Kecamatan Ketol dan Bintang, Desa Bintang Pupara dan Kalasegi dilaporkan hanya menyisakan beberapa rumah dengan kondisi rusak berat. Penduduknya saat ini masih mengungsi.

Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak cukup banyak. Sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor.

Lalu di Aceh Tenggara, khususnya di Kecamatan Ketambe, di mana satu dusun dinyatakan hilang. Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, Kecamatan Meureudu, satu dusun di Desa Blang Awe juga mengalami kondisi yang sama.


Kondisi pasca-banjir bandang di Aceh Tenggara. Dokumentasi/Metro TV

Akibat bencana ini, pemerintahan desa di wilayah terdampak tidak dapat menjalankan aktivitas pemerintahan secara normal. Seluruh perangkat desa ikut mengungsi bersama masyarakat.

Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan. Mereka juga menyiapkan berbagai langkah untuk penanganan dampak bencana.

"Termasuk relokasi warga dan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal," demikian Murthalamuddin.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Bongkar Sindikat Pencurian Mobil, 14 TKP Terungkap
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Kawasan Adat Baduy Dalam Ditutup Selama 3 Bulan, Ada Ritual Kawalu
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Wujudkan Resolusi 2026, Opus Park Hadirkan Hunian One-Stop Living Berstandar Jepang di Sentul City
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Guru juga Dapat MBG Mulai 2026
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Roy Suryo Bawa 7 Pendukung Jokowi ke Ranah Hukum, Soroti Equality Before the Law
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.