Jakarta (ANTARA) - Pemerintah RI berupaya menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji agar semakin terjangkau bagi jemaah Indonesia melalui pembangunan Kampung Haji, penambahan penerbangan, serta pengurangan masa tinggal di Arab Saudi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1), mengatakan Presiden Prabowo Subianto menargetkan biaya haji dapat ditekan semurah mungkin dengan berbagai skenario.
"Kami tentunya memiliki target supaya bisa semurah mungkin, karena ujungnya adalah kita ingin mengurangi biaya naik haji bagi para jamaah kita dengan berbagai skenario dan berbagai cara," kata Prasetyo.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan, yaitu dengan membangun Kampung Haji yang dikelola secara mandiri oleh Indonesia.
“Satu, kita bangun sendiri Kampung Haji, kemudian juga kita sedang bernegosiasi untuk menambah flight (penerbangan) supaya waktu tunggu itu menjadi tidak terlalu panjang,” ujar Prasetyo.
Saat ini, kata dia, rata-rata masa tinggal jamaah haji Indonesia di Arab Saudi mencapai sekitar 41 hari, sementara Pemerintah menargetkan durasi tersebut dapat dipangkas mendekati masa tinggal jamaah haji Malaysia yang berkisar 31 hari.
Menurut Prasetyo, pengurangan masa tinggal itu dapat berdampak signifikan terhadap efisiensi biaya haji yang akan ditanggung oleh calon peserta.
Baca juga: Menang lelang, Indonesia miliki aset di Arab Saudi untuk Kampung Haji
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Bidang Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan Kampung Haji rencananya akan berlokasi di kawasan Thakher, Makkah.
Dia menyebutkan pengelolaan hotel di kawasan tersebut berada di bawah Danantara, sementara pihaknya bertindak sebagai pengguna fasilitas.
Meski demikian, terkait pemanfaatannya, Irfan memastikan Kampung Haji belum dapat digunakan pada musim haji 2026.
“Kemungkinan baru bisa dimanfaatkan pada 2027,” ungkap Irfan.
Dia juga menuturkan sampai dengan saat ini, belum ada perubahan skema kedatangan jamaah, sehingga tetap melalui Madinah dan Jeddah.
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan pembangunan Kampung Haji rencananya akan dimulai pada kuartal IV 2026. Untuk musim haji tahun ini, sejumlah aset yang telah dibeli masih dalam tahap survei oleh Kementerian Haji dan Umroh.
Baca juga: Seskab: Presiden terima laporan Rosan terkait pembangunan Kampung Haji
Baca juga: Rosan sebut hotel di Kampung Haji akan dikelola BUMN
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1), mengatakan Presiden Prabowo Subianto menargetkan biaya haji dapat ditekan semurah mungkin dengan berbagai skenario.
"Kami tentunya memiliki target supaya bisa semurah mungkin, karena ujungnya adalah kita ingin mengurangi biaya naik haji bagi para jamaah kita dengan berbagai skenario dan berbagai cara," kata Prasetyo.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan, yaitu dengan membangun Kampung Haji yang dikelola secara mandiri oleh Indonesia.
“Satu, kita bangun sendiri Kampung Haji, kemudian juga kita sedang bernegosiasi untuk menambah flight (penerbangan) supaya waktu tunggu itu menjadi tidak terlalu panjang,” ujar Prasetyo.
Saat ini, kata dia, rata-rata masa tinggal jamaah haji Indonesia di Arab Saudi mencapai sekitar 41 hari, sementara Pemerintah menargetkan durasi tersebut dapat dipangkas mendekati masa tinggal jamaah haji Malaysia yang berkisar 31 hari.
Menurut Prasetyo, pengurangan masa tinggal itu dapat berdampak signifikan terhadap efisiensi biaya haji yang akan ditanggung oleh calon peserta.
Baca juga: Menang lelang, Indonesia miliki aset di Arab Saudi untuk Kampung Haji
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Bidang Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan Kampung Haji rencananya akan berlokasi di kawasan Thakher, Makkah.
Dia menyebutkan pengelolaan hotel di kawasan tersebut berada di bawah Danantara, sementara pihaknya bertindak sebagai pengguna fasilitas.
Meski demikian, terkait pemanfaatannya, Irfan memastikan Kampung Haji belum dapat digunakan pada musim haji 2026.
“Kemungkinan baru bisa dimanfaatkan pada 2027,” ungkap Irfan.
Dia juga menuturkan sampai dengan saat ini, belum ada perubahan skema kedatangan jamaah, sehingga tetap melalui Madinah dan Jeddah.
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan pembangunan Kampung Haji rencananya akan dimulai pada kuartal IV 2026. Untuk musim haji tahun ini, sejumlah aset yang telah dibeli masih dalam tahap survei oleh Kementerian Haji dan Umroh.
Baca juga: Seskab: Presiden terima laporan Rosan terkait pembangunan Kampung Haji
Baca juga: Rosan sebut hotel di Kampung Haji akan dikelola BUMN




