JAKARTA - Presiden Soekarno lolos dari upaya pembunuhan yang dilakukan oknum militer dan sipil pada 7 Januari 1962 atau tepat 64 tahun silam. Saat itu, sekelompok orang mencoba membunuh Bung Karno ketika berkunjung ke Makassar.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Cendrawasih Makassar, Sulawesi Selatan. Pada Minggu malam itu, konvoi iring-iringan Si Bung Besar sedang menuju Gelanggang Olahraga (GOR) Mattoanging untuk berpidato.
Namun mendadak, massa yang menyambut terkejut dengan bunyi ledakan keras berasal dari granat yang dilempar.
Bung Karno bisa selamat, karena ledakan granat meleset dari mobil yang dia ditumpangi. Namun tidak demikian dengan puluhan orang di tepi jalan yang terluka akibat kejadian itu.
Sebelumnya, Soekarno sempat menanyakan sumber bunyi ledakan itu kepada Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel M Jusuf yang mendampinginya.
M Jusuf saat itu mengatakan, kemungkinan suara ledakan tersebut berasal dari ban pecah. Soekarno baru menyadari kejadian sebenarnya setelah ia sampai di GOR Mattoangin.
Mendapat laporan adanya lemparan granat, Si Bung Besar marah besar. Saat itu Sukarno menduga bahwa dalang percobaan pembunuhan terhadap dirinya adalah kelompok yang dibiayai Belanda. Karena saat itu Indonesia sedang berkonfrontasi dengan Belanda soal Irian Barat.
Belakangan baru diketahui, pelaku pelemparan granat tersebut diketahui adalah Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya. Kedua pelaku dijatuhi hukuman mati.
Upaya pembunuhan terhadap Soekarno melalui pelemparan granat, bukan hanya sekali. Pada 30 November 1957, Soekarno mengunjungi Perguruan Cikini di Jalan Cikini Nomor 76, Jakarta Pusat.
Bung Karno datang dalam rangka menghadiri perayaan ulang tahun ke-15 di sekolah tempat bersekolah putra-putrinya.
Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden. Sembilan orang tewas, 100 orang terluka, termasuk pengawal presiden. Soekarno beserta putra-putrinya selamat.
Original Article



