Balas Komentar PM Sanae Soal Taiwan, China Tarik Rem Ekspor ke Jepang

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — China memberlakukan pembatasan ekspor ke Jepang untuk barang-barang yang memiliki potensi penggunaan militer, sebagai respons atas pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengenai Taiwan.

Melansir Bloomberg pada Rabu (7/1/2026), Kementerian Perdagangan China menyatakan seluruh barang dengan kategori dual-use atau penggunaan ganda dilarang diekspor ke Jepang untuk kepentingan militer, efektif berlaku segera. Selain itu, ekspor untuk tujuan pengguna akhir lain yang berpotensi meningkatkan kemampuan militer Jepang juga dilarang.

“Pemimpin Jepang baru-baru ini menyampaikan pernyataan keliru mengenai Taiwan, yang mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer di Selat Taiwan,” ujar juru bicara Kementerian Perdagangan China. 

Juru bicara tersebut menambahkan, pernyataan tersebut dinilai melanggar prinsip Satu China dan bersifat berniat buruk dengan dampak yang sangat merugikan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Selama ini, pembatasan pasokan logam tanah jarang kerap disebut sebagai salah satu instrumen tekanan Beijing terhadap Tokyo, terutama setelah China memanfaatkan dominasinya di sektor tersebut tahun lalu untuk menghadapi tarif AS. Namun, larangan terbaru ini melampaui isu tanah jarang.

Daftar pengendalian ekspor barang dual-use China mencakup lebih dari 800 item, mulai dari bahan kimia, elektronik, dan sensor hingga peralatan serta teknologi yang digunakan di sektor pelayaran dan dirgantara.

Baca Juga

  • Isu Taiwan Picu Gesekan, PM Jepang Takaichi Buka Pintu Dialog dengan China
  • Serangan Bom Asap dan Penusukan Di Taiwan, Empat Orang Tewas
  • AS Jual Senjata US$11 Miliar ke Taiwan, Ketegangan dengan China Berisiko Meningkat

Pejabat biro perdagangan dan keamanan ekonomi di Kementerian Perdagangan Jepang menolak berkomentar dan menyatakan masih melakukan kajian atas kebijakan tersebut. Dampak pembatasan ini terhadap Jepang juga belum dapat dipastikan, apakah bersifat simbolis atau berpengaruh signifikan.

Dylan Loh, profesor madya di Nanyang Technological University mengatakan, bahasa kebijakan yang relatif samar membuka peluang bagi China untuk menekan impor Jepang bahkan jika barang tersebut ditujukan untuk penggunaan sipil. 

Namun, dia menambahkan bahwa apakah langkah tersebut benar-benar akan diterapkan masih menjadi tanda tanya.

Kontrol ekspor ini menjadi langkah terbaru China dalam kampanye tekanan terhadap Jepang, setelah Takaichi menjadi pemimpin aktif pertama Jepang yang menyatakan Tokyo dapat mengerahkan militer jika Beijing mencoba mengambil alih Taiwan yang memerintah sendiri. 

Hingga kini, Takaichi menolak menarik ucapannya dan menegaskan kebijakan Jepang tetap tidak berubah.

Langkah China tersebut juga bertepatan dengan kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke Beijing, di mana Presiden China Xi Jinping menyerukan agar Seoul “berdiri di sisi yang benar dalam sejarah.” 

Jepang dan Korea Selatan, yang sama-sama sekutu Amerika Serikat, sebelumnya kerap sejalan dengan Washington dalam menyeimbangkan kekuatan ekonomi dan militer China di kawasan.

Tahun lalu, China telah membatasi ekspor logam tanah jarang atau rare earth elements (REE) secara global di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump. 

Logam tanah jarang dan magnet turunannya digunakan secara luas dalam sistem persenjataan seperti jet tempur, drone, dan rudal, serta penting bagi produksi ponsel pintar dan kendaraan listrik.

Menurut laporan media pemerintah China Daily, Beijing kini juga mempertimbangkan pengetatan peninjauan izin ekspor untuk sejumlah barang tanah jarang kategori menengah dan berat terkait Jepang. Kebijakan tersebut akan berdampak pada produk yang telah dimasukkan ke dalam daftar pengendalian ekspor sejak tahun lalu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cara Islam Menuntun Kita Memilih Pasangan Hidup | KALAM HATI
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Perintahkan Percepat Pembangunan Kampung Nelayan & Produksi Kapal
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Stasiun Bekasi dan Ladang Parkir: Rumah Berubah Fungsi, UMR Naik Tarif Ikut Naik
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Waspadai Penyakit Menular di Pengungsian Bencana Sumatera, Menkses Budi: Kita Paling Takut Campak
• 4 menit lalukompas.tv
thumb
BI Ungkap Alasan Ganti JIBOR Jadi INDONIA Mulai 2026
• 15 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.