JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit menular di lokasi pengungsian yang masih menampung ratusan ribu warga terdampak bencana Sumatera.
Dari hasil pemantauan harian, penyakit campak menjadi perhatian utama karena tingkat penularannya yang sangat cepat dan berisiko memicu wabah di lingkungan pengungsian yang padat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemantauan penyakit dilakukan setiap hari melalui sistem pelaporan terintegrasi.
Baca Juga: Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh Imbau Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah ke Aparat Desa
Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyesuaikan distribusi obat-obatan, tenaga medis, serta tenaga kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan.
Berdasarkan hasil pemantauan Kemenkes, penyakit yang paling banyak ditemukan di lokasi pengungsian meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare.
Ketiga jenis penyakit tersebut umumnya muncul akibat kondisi lingkungan yang padat, keterbatasan sanitasi, serta perubahan pola hidup masyarakat selama berada di pengungsian.
"Obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya," kata Menkes Budi dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Grha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Selain penyakit umum tersebut, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
Menurut Menkes, campak menjadi penyakit yang paling diwaspadai karena sangat mudah menular, terutama di lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti pengungsian.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Kemenkes
- penyakit menular di pengungsian
- campak
- imunisasi campak
- bencana Sumatera
- pengungsian bencana





