Bisnis.com, BOGOR — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus pada evaluasi teknis pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis aliaa MBG.
Presiden Ke-8 RI itu menekankan perlunya peningkatan disiplin prosedur di lapangan, menyusul catatan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mencatat masih terjadi sekitar 15 insiden sepanjang Desember lalu.
Hal ini disampaikannya saat konferensi pers di sela Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
“Bapak Presiden menghendaki agar disiplin prosedur itu ditingkatkan semaksimal mungkin sehingga tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Prasetyo menegaskan, secara umum baik dari sisi teknis maupun pendanaan, program MBG dinilai berada dalam kondisi terkendali dan siap dilanjutkan pada 2026 dengan perbaikan tata kelola pelaksanaan.
Tak hanya itu, dia menyatakan pemerintah tidak menghadapi kendala anggaran dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.
Baca Juga
- Mensesneg Sebut Prabowo Tak Bahas Khusus Konflik AS vs Venezuela di Retret Kabinet
- Prabowo Bakal Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi pada Bulan Ini, Apa Saja?
- Lengkap! Ini Pidato Prabowo saat Retret Kabinet di Hambalang 2026
Dalam APBN 2026, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp335 triliun untuk mendukung keberlanjutan dan perluasan program tersebut.
“Kalau mengenai anggaran tidak ada masalah karena di dalam APBN 2026 sudah dialokasikan kurang lebih Rp335 triliun untuk program makan bergizi gratis,” kata Prasetyo





