JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama BUMN Karya terus mempercepat pembersihan lumpur sisa banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.
Per 2 Januari 2026, progres pembersihan pada 52 fasilitas umum sudah mencapai 60%.
Data dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis menunjukkan, area terdampak seluas 372.890 m persegi, dengan 229.757 m persegi sudah dibersihkan.
BACA JUGA:Pemerintah Kaji Aturan Polisi Pakai Bodycam di KUHAP Baru Pemerintah bakal mengkaji soal penggunaan Bodycam bagi aparat kepolisian saat bertugas seir
BACA JUGA:Sindikat Penyalur Pekerja Migran Pakai Surat Ancaman Tekan Keluarga, Menteri P2MI Buka Suara
Fasilitas yang ditangani meliputi kantor pemerintahan, sekolah, rumah ibadah, pasar, fasilitas kesehatan, dan hunian sementara.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan percepatan pembersihan menjadi prioritas agar aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan publik di Aceh Tamiang segera pulih.
“Kita ingin masyarakat terdampak bencana tidak berlama-lama berada dalam kondisi sulit,” ujar Dody, Selasa, 6 Januari 2026.
Oleh karenanya, kata Dody, selain pembersihan fasilitas umum, pemerintah juga menyiapkan dukungan hunian sementara dan infrastruktur dasar lainnya.
"Sebagai bagian dari pemulihan menyeluruh," tuturnya.
BACA JUGA:Sejarah Baru: Indonesia Kini Punya Aset Hotel di Makkah, Buah Diplomasi Prabowo
BACA JUGA:Mensesneg: 11 Unit Jembatan Selesai, 50 Jembatan Gantung Lagi Segera Diselesaikan Awal 2026
Dia mengatakan, pembersihan material lumpur pascebencana di Aceh Tamiang terus dipercepat untuk memastikan fungsi layanan dasar masyarakat dapat segera pulih.
Penanganan difokuskan pada peembersihan lumpur sisa banjir bandang dengan ketebalan bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter, yang menutupi bangunan dan halaman fasilitas umum.
Dari total luas area terdampak yang ditangani seluas 372.890 m2, saat ini progresnya telah mencapai 229.757 m2 atau lebih dari 60% dari total area terdampak.
- 1
- 2
- »



