Bisnis.com, PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau meraih Pendapatan Asli Daerah atau PAD senilai Rp3,7 miliar dari pengelolaan pelabuhan penyeberangan Roll On–Roll Off (Roro) lintasan Dumai—Rupat.
PAD tersebut dikelola melalui Dinas Perhubungan Provinsi Riau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Perhubungan Wilayah I.
Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I Dishub Riau, Henri Mardani menyebutkan realisasi PAD Tahun 2025 dari lintasan Dumai–Rupat mencapai Rp3,73 miliar atau 140,34% dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,65 miliar.
“PAD retribusi pelabuhan penyeberangan Roro Dumai - Rupat berasal dari retribusi pass masuk, retribusi dermaga beton jembatan bergerak, serta retribusi kapal istirahat di dermaga,” ujarnya, dikutip pada Rabu (7/1/2026).
Dia menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai inovasi pelayanan yang terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan.
Inovasi tersebut mencakup perbaikan sistem pelayanan yang sudah berjalan maupun pengembangan layanan baru yang masih dalam tahap persiapan.
Baca Juga
- APBD Riau 2026 Minus Rp1,2 Triliun, Pemprov Utamakan Penyelesaian Tunda Bayar
- Inflasi Riau Desember 2025 Tembus 4,88%
Tidak hanya pada 2025, kinerja PAD dari sektor ini juga menunjukkan tren positif pada tahun sebelumnya. Pada 2024, realisasi PAD UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I tercatat sebesar Rp3,77 miliar melampaui target Rp2,5 miliar atau surplus Rp1,26 miliar setara 66,36% dari target.
Henri menambahkan, penyeberangan Roro Dumai—Rupat memiliki peran strategis sebagai jalur transportasi utama yang menghubungkan daratan Sumatra dengan Pulau Rupat.
Jalur ini mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pertumbuhan sektor pariwisata Pulau Rupat yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
“Dengan tingginya volume pergerakan orang, barang, dan kendaraan, potensi PAD dari lintasan Dumai -Rupat akan terus meningkat. Ini menjadi bukti bahwa peningkatan pelayanan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.





