Caracas: Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa tidak ada “agen asing” yang mengendalikan negaranya, menyusul penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan militer Amerika Serikat pada akhir pekan kemarin
Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di era Maduro, menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara yang disiarkan televisi nasional pada Selasa. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Maduro dan istrinya, Cilia Flores, menyatakan tidak bersalah di pengadilan New York atas dakwaan konspirasi perdagangan narkotika dan senjata.
“Pemerintah Venezuela yang mengendalikan negara ini, dan tidak ada pihak lain. Tidak ada agen asing yang memerintah Venezuela,” tegas Rodriguez, dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 7 Januari 2026.
Sementara itu, Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab menuntut pembebasan segera Maduro dan istrinya. Ia menyebut operasi militer tersebut sebagai tindakan agresi bersenjata ilegal yang dilakukan tanpa deklarasi perang maupun mandat Dewan Keamanan PBB.
Pernyataan-pernyataan itu muncul di tengah dampak lanjutan operasi militer yang digelar pada Sabtu lalu dan menewaskan puluhan orang di Venezuela. Serangan tersebut secara luas dikecam sebagai pelanggaran hukum internasional.
Pemerintah Venezuela pada Selasa merilis daftar 24 prajurit yang tewas dalam serangan dini hari tersebut. Kuba juga mengumumkan bahwa 32 anggota militernya turut menjadi korban. Rodriguez menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari untuk mengenang para prajurit yang gugur. Arah Kebijakan AS Masih Belum Jelas Sejak membawa Maduro dari kediamannya, pemerintahan Presiden AS Donald Trump belum memberikan kejelasan mengenai rencana Washington terhadap Venezuela. Trump sebelumnya menyatakan Amerika Serikat akan “mengelola” Venezuela, namun pernyataan tersebut kemudian dilunakkan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Rubio mengatakan pejabat AS hanya akan mengarahkan “arah” tata kelola Venezuela, serta memanfaatkan sanksi dan embargo yang masih berlaku untuk mendorong akses lebih besar terhadap industri minyak negara tersebut.
Rubio bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine memberikan pengarahan tertutup kepada anggota Kongres dari kedua partai pada Senin.
Namun, sejumlah anggota parlemen menyatakan pemerintahan Trump minim memberikan penjelasan, baik terkait dasar hukum serangan tanpa persetujuan Kongres maupun rencana jangka panjang bagi Venezuela. Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menilai pengarahan tersebut justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Di sisi lain, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune, sekutu Trump dari Partai Republik, menyatakan beberapa hari ke depan akan memperlihatkan struktur pemerintahan Venezuela dan sejauh mana kesediaannya bekerja sama dengan Amerika Serikat.
Dalam unggahan di media sosial, Thune menyebut Rodriguez sebagai sosok pragmatis yang diyakini memahami pentingnya menyesuaikan arah Venezuela dengan prioritas keamanan nasional AS.
Trump sendiri tidak memberikan banyak rincian baru mengenai operasi tersebut saat menghadiri pertemuan tertutup Partai Republik pada Selasa. Ia hanya memuji penculikan Maduro sebagai “pencapaian militer yang luar biasa” dan “brilian secara taktis.”
Baca juga: Trump Sebut Venezuela Harus Diperbaiki Terlebih Dahulu Sebelum Gelar Pemilu


