Menjadi Batman mungkin terdengar seperti prestasi membanggakan bagi banyak aktor.
Namun, bagi George Clooney, pengalaman mengenakan kostum manusia kelelawar justru berubah menjadi bahan candaan, bahkan kritik pedas yang kali ini datang langsung dari anaknya sendiri.
Clooney bercerita bahwa putra bungsunya yang berusia tujuh tahun, Alexander, baru saja menonton film Batman & Robin (1997), film yang hingga kini masih melekat sebagai salah satu proyek paling kontroversial dalam kariernya.
Alih-alih bangga melihat ayahnya berperan sebagai pahlawan super legendaris, Alexander justru memberikan komentar yang sangat jujur.
"Anak laki-laki saya baru saja menonton Batman & Robin tempo hari," ujar Clooney.
"Dia menatap saya dan berkata, 'Ayah, Batman-nya kok payah banget?,'" sambungnya.
Reaksi tersebut tentu bukan hal baru bagi Clooney, yang selama bertahun-tahun kerap menjadikan film itu sebagai bahan olok-olok terhadap dirinya sendiri.
Dengan nada pasrah bercampur humor, ia pun mengaku langsung membalas komentar sang anak.
"Saya bilang padanya, 'Ya, Ayah tahu itu. Ayah juga ada di sana saat itu terjadi,'" ujarnya sambil bercanda.
Film Batman & Robin memang kerap dikenang sebagai salah satu titik terendah dalam sejarah layar lebar Batman.
Mulai dari desain kostum yang menuai kontroversi karena detail puting dada, hingga akting yang dinilai terlalu kaku dan berlebihan, film ini sering dijadikan contoh kegagalan film superhero era 1990-an.
George Clooney tak pernah menutupi rasa penyesalannya. Ia bahkan kerap berkelakar bahwa dirinya menghancurkan waralaba Batman, sebelum akhirnya diselamatkan oleh Christopher Nolan lewat trilogi The Dark Knight beberapa tahun kemudian.
Meski kini harus menerima cap "Batman payah" dari anaknya sendiri, Clooney tampak menikmati momen tersebut.
Ia menganggapnya sebagai bagian lucu dari fase ketika anak-anaknya mulai memahami pekerjaan sang ayah di masa lalu.
Kisah ini pun menjadi pengingat sederhana bahwa setenar apa pun seseorang di mata dunia, di hadapan anak sendiri, seorang ayah tetap bisa dikritik tanpa ampun-bahkan soal perannya sebagai Batman.




