JAKARTA, DISWAY.ID — Presiden Prabowo Subianto memberikan “kado besar” bagi jamaah haji Indonesia dengan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi.
Pemerintah telah memenangkan lelang hotel dan lahan strategis hanya 500 meter dari Masjidil Haram.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut hotel yang dibeli adalah Novotel Thakher Makkah, berkapasitas 1.461 kamar dengan tiga menara, mampu menampung 4.383 jamaah.
BACA JUGA:Sejarah Baru: Indonesia Kini Punya Aset Hotel di Makkah, Buah Diplomasi Prabowo
Ke depan, pemerintah merencanakan pembangunan tambahan 13 menara sehingga total kamar meningkat menjadi 6.025.
“Hotel ini Insya Allah sudah bisa dipergunakan tahun ini, menampung sementara 24.000–25.000 jamaah. Selain itu, lahan sekitar lima hektare akan dikembangkan sebagai Kampung Haji Indonesia,” ujar Prasetyo, Selasa (6/1/2026).
Kompleks ini dirancang lengkap dengan hotel, mal, klinik, dan food court agar jamaah Indonesia memiliki tempat representatif dan nyaman, baik untuk haji maupun umrah.
Pemerintah menilai potensi besar karena jumlah jamaah umrah Indonesia mencapai 1,8 juta per tahun.
Nilai pembelian hotel dan tanah mencapai US$ 500 juta, sementara pembangunan lanjutan diperkirakan membutuhkan investasi US$ 700–800 juta.
Lokasi ini jauh lebih strategis dibandingkan akomodasi jamaah Indonesia selama ini yang berjarak 4,5–6 kilometer dari Masjidil Haram.
BACA JUGA:DPR Tinjau Hotel di Mekkah yang Diakuisisi Danantara, Siap Jadi Tahap Awal Kampung Haji Indonesia 2026
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya berharap Kampung Haji Indonesia dapat digunakan penuh mulai musim haji 2027.
“Kalau itu sudah bisa digunakan sepenuhnya, pasti akan mengurangi biaya haji,” katanya.
Kampung Haji Indonesia pun menjadi simbol komitmen Presiden Prabowo menghadirkan fasilitas terbaik bagi jamaah, sekaligus kado bersejarah yang mendekatkan Indonesia dengan Tanah Suci.





