Fajar.co.id, Cirebon — Penemuan Kebun sawit seluas 6,5 hektare di Cirebon hingga kini masih jadi sorotan. Bukan hanya pemerintah yang kaget, warga sekitar lokasi pun mengaku khawatir dengan adanya Kebun sawit di perbukitan.
Sejumlah warga yang tinggal paling dekat dengan lokasi penanaman sawit menolak serta menyuarakan kekhawatiran serius dampak lingkungan pasca ditanami sawit terhadap masa depan anak cucu mereka.
Bahkan, sejumlah warga yang mayoritas terdiri dari ibu rumah tangga dari Dusun Karanganyar, Desa Cigobang mendaki bukit bersama kaum perempuan lainnya. Nerkeliling ke beberapa titik tanaman sawit yang sudah berdiri tegak di lokasi.
Mereka menunggu kedatangan Bupati Cirebon dan pejabat lainnya. Mereka menunggu sambil menceritakan keluh kesah dan kekhawatirannya.
Sejumlah dari mereka mengaku kaget dan gelisah setelah menemukan sejumlah tanaman sawit. Kebun Cigobang, yang dikenal warga adalah tempat ngarit mencari rumput untuk sejumlah hewan ternak kambing.
Bupati Cirebon, H Imron, diketahui langsung turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran kabar tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Cirebon itu sekaligus menegaskan sikap Pemkab Cirebon yang mendukung penuh Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait larangan penanaman kelapa sawit di wilayah Jawa Barat.
“Kami sekarang ini mengadakan kegiatan silaturahmi dan diskusi. Ada Pak Danrem, DPR, dan Pak Dandim, karena ada edaran dari Pak Gubernur bahwa di Jawa Barat ada larangan penanaman sawit,” ujar Imron kepada sejumlah awak media di lokasi, Senin (5/1/2026).
Berdasarkan hasil pengecekan sementara, Imron mengungkap bahwa luas lahan yang telah ditanami sawit baru sekitar 2,5 hektare dengan jumlah kurang lebih 400 batang. Sementara itu, total rencana penanaman sawit di kawasan tersebut mencapai sekitar 6,5 hektare, namun sebagian masih berupa perencanaan dan belum direalisasikan.
Salah satu alternatif yang disiapkannya untuk mengganti pohon sawit adalah tanaman mangga.
“Kami akan membantu masyarakat, artinya menyiapkan bibit untuk mengganti sawit ini. Sawitnya nanti akan dicabut,” katanya.
Adapun, waktu pelaksanaan pencabutan dan penggantian tanaman, Imron menyebut, pihaknya masih akan melakukan rapat lanjutan bersama pemerintah desa, camat, serta masyarakat setempat guna menentukan langkah teknis berikutnya. (bs-sam/fajar)




