Jakarta, VIVA – Manohara Odelia Pinot kembali menjadi sorotan publik setelah secara terbuka mengungkap alasan di balik keputusannya memutus hubungan dengan ibu kandungnya, Daisy Fajarina.
Pengakuan tersebut disampaikan Manohara melalui akun Instagram pribadinya saat merespons pertanyaan seorang pengguna media sosial mengenai hubungannya dengan sang ibunda.
Pertanyaan tersebut menyinggung dugaan kedekatan Manohara dan Daisy di masa lalu.
“Kak maaf kenapa lost contact sm mama. Sorry but I think kalian berdua dulu kayanya deket sekali,” tulis netizen tersebut, dikutip Rabu 7 Januari 2026.
Menanggapi hal itu, Manohara memberikan jawaban panjang menggunakan bahasa Inggris yang berisi klarifikasi sekaligus pengakuan emosional.
Manohara menegaskan bahwa hubungan mereka tidak terputus secara sepihak atau tanpa alasan. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan pilihannya sendiri.
“Catatan tambahan, aku tidak kehilangan kontak, aku memutuskan kontak,” tegas Manohara.
Lebih lanjut, mantan istri Pangeran Kelantan itu membantah anggapan publik yang selama ini menilai dirinya memiliki hubungan harmonis dengan sang ibu.
Menurut Manohara, kedekatan yang terlihat di ruang publik hanyalah sebuah konstruksi citra semata. Ia mengungkap bahwa hal tersebut sengaja dibangun demi menjaga reputasi sang ibunda.
“Kami sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat, meskipun mungkin terlihat seperti itu di depan umum. Mempertahankan penampilan kedekatan sangat penting baginya, dan itu adalah sesuatu yang kami diharapkan lakukan untuk membuatnya terlihat baik. Citra itu berfungsi sebagai bentuk kontrol,” jelasnya.
Manohara kemudian membuka lembaran masa lalunya yang kelam. Ia mengaku tumbuh dalam lingkungan yang penuh manipulasi, tekanan, serta kekerasan, baik secara emosional, psikologis, maupun fisik.
Pengalaman tersebut, menurutnya, meninggalkan dampak mendalam yang berkepanjangan.
“Secara pribadi, saya tumbuh dengan penyiksaan emosional dan psikologis jangka panjang, dan kadang-kadang penyiksaan fisik. Saya berulang kali dimanipulasi dan dimanfaatkan,,” kata Manohara.
Tak hanya itu, perempuan kelahiran 28 Februari 1992 tersebut juga menyinggung masa remajanya yang diwarnai keterpaksaan masuk ke situasi berbahaya demi kepentingan tertentu.
“Saat remaja, saya dipaksa masuk ke dalam situasi yang sayangnya terkenal dan berbahaya yang sebagian besar dari kalian tahu, bersama orang lain, demi keuntungan dirinya. Itu bukanlah sesuatu yang saya pilih atau setujui, dan hal itu menyebabkan kerusakan yang berkepanjangan,” lanjutnya.





