REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak cepat mengintensifkan pembangunan sumur bor air baku untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana banjir bandang. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang dalam memulihkan kualitas hidup warga yang sempat terpuruk akibat rusaknya infrastruktur air minum.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyediaan air bersih adalah prioritas mutlak dalam penanganan pascabencana. Menurutnya, air bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan fondasi utama bagi kesehatan, kenyamanan, dan keberlangsungan aktivitas sosial masyarakat di masa pemulihan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Diperiksa 25 Pertanyaan Penyidik Bareskrim
- Pelantikan Anggota Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi
- Mengenal KH. M. Ali Cholil, Inisitor Gerakan Napak Tilas Isyarah Pendirian NU
"Pemulihan pascabencana tidak hanya soal memperbaiki fisik bangunan yang rusak, tetapi memastikan akses kebutuhan dasar segera pulih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera mendapatkan pasokan air normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman, layak, dan bermartabat," tegas Dody dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Urgensi Air Bersih di Wilayah Pascabencana
Keberadaan air bersih bagi korban bencana memiliki urgensi yang tak terbendung. Pasca banjir bandang, sumber air permukaan biasanya tercemar oleh lumpur dan bakteri, yang jika dikonsumsi atau digunakan untuk sanitasi dapat memicu wabah penyakit menular seperti diare, penyakit kulit, hingga kolera.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Di tengah keterbatasan di pengungsian, akses air bersih menjadi tameng utama bagi kesehatan warga, khususnya anak-anak dan lansia yang rentan. Tanpa air yang layak, proses pembersihan lingkungan dan operasional dapur umum pun akan terhambat, sehingga penyediaan sumur bor menjadi urat nadi utama bagi percepatan pemulihan sosial ekonomi masyarakat.
Hingga 5 Januari 2026, pengeboran menunjukkan progres signifikan dengan kedalaman rata-rata mencapai 70 hingga 105 meter. Di beberapa titik, pengeboran direncanakan menyentuh angka 150 meter untuk menyesuaikan dengan kondisi geologi setempat demi mendapatkan sumber air yang melimpah.
Di Kecamatan Manyak Payed, pengeboran di Masjid Simpang Lhee telah mencapai 82 meter dan kini mulai beroperasi melayani kebutuhan warga. Sementara itu, di Desa Meurandeh, proses pilot hole sudah mencapai 88 meter dan segera memasuki tahap reaming untuk konstruksi permanen. Akselerasi serupa juga terlihat di Kantor Camat Kuala Simpang (77 meter) dan Masjid Al Ikhlas Gampong Sukajadi (72 meter).
Kementerian PU juga tengah berupaya mengatasi kendala teknis di Kantor Datok Gampong Menanggini, Kecamatan Karang Baru, di mana pengeboran sempat terhenti di kedalaman 25 meter akibat kerusakan alat. Untuk meminimalkan kegagalan, survei geolistrik telah diperluas ke berbagai lokasi seperti Desa Gelung, Kecamatan Tenggulun, hingga area Kantor Kejaksaan Negeri guna memastikan ketepatan titik akuifer.
Saat ini, tim di lapangan sedang mempersiapkan konstruksi sumur di Desa Meurandeh, TK Nurul Ikhlas Banda Mulia, dan Desa Matang Teupah sembari menunggu penyelesaian tahap logging dan penyempurnaan teknis lainnya. Upaya masif ini diharapkan dapat segera mengakhiri krisis air bersih dan memberikan ketenangan bagi warga Aceh Tamiang untuk menata kembali kehidupan mereka.




