FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial, John Sitorus menyoroti tajam ke Partai Demokrat soal perubahan sikap.
Perubahan sikap yang dimaksud terkait perubahan suara Demokrat terkait Pilkada.
Terbaru, Partai Demokrat disebut memberikan dukungannya ke Pilkada lewat DPRD.
Hal inilah yang kemudian mengundang dan membuat John Sitorus bereaksi keras soal perubahan suara dari Demokrat.
Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, ia menyorot tajam keputusan tersebut.
John Sitorus bahkan membandingkan Demokrat yang sebelumnya disebut partai pemberani, nyata sama seperti partai koalisinya yang lain.
“Gue kira Demokrat partai pemberani ternyata pecundang, sama seperti partai-partai koalisinya,” tulisnya dikutip Rabu (7/1/2026).
Ia menyebut Demokrat harusnya berani mengambil langkah lain, bukannya malah ikut mendukung Pilkada melalui DPRD.
Hal inilah yang disebut John Sitorus membuat negara kita ikut rusak demokrasinya.
“Partai seperti Demokrat seharusnya jangan ikut-ikutan merusak demokrasi negara kita,” sebutnya.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, (AHY) juga ikut disentilnya.
Menurutnya AHY jadi ketua yang tidak punya nyali dan tidak ingin mengorbankan kekuasaannya demi Indonesia.
“Ya beginilah kalo ketua umumnya ga punya nyali, ga mau mengorbankan kekuasaan demi Indonesia,” terangnya.
Diketahui, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Herman Khaeron menegaskan partainya mendukung Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi sistem pemilihan kepala daerah.
“Partai Demokrat berada dalam satu barisan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi sistem pemilihan kepala daerah,” kata Hero
Hero menilai pilkada langsung maupun tidak langsung atau lewat DPRD tetap sah dalam sistem demokrasi Indonesia.
“Karena itu, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD merupakan pilihan yang sah dalam sistem demokrasi Indonesia,” ujarnya.
(Erfyansyah/fajar)




