Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang mendesak China untuk segera mencabut kebijakan pembatasan ekspor terhadap produk-produk strategis yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer. Langkah Beijing tersebut dinilai berisiko mengganggu rantai pasok global dan memperburuk ketegangan kawasan Asia Timur.
Desakan Tokyo muncul setelah Kementerian Perdagangan China mengumumkan penguatan kontrol ekspor atas barang penggunaan ganda atau dual-use ke Jepang, dengan kebijakan yang langsung berlaku. Meski tidak merinci jenis barang yang dibatasi, keputusan itu memicu kekhawatiran luas di Jepang.
Kekhawatiran terbesar tertuju pada kemungkinan China membatasi ekspor mineral tanah jarang, komoditas vital bagi industri teknologi, otomotif, hingga pertahanan. Jepang sangat bergantung pada pasokan rare earth dari China untuk menjaga keberlangsungan industrinya.
Kebijakan ekspor ini juga dipandang sebagai respons politik Beijing atas pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang sebelumnya menyebut Jepang bisa merespons secara militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan, wilayah yang diklaim China sebagai bagian dari kedaulatannya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461744/original/067341400_1767436896-5.jpg)
