jpnn.com, AGAM - Sebanyak enam jenazah korban banjir bandang yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Rabu.
Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta mengatakan ke-enam jenazah itu terdiri dari empat perempuan, satu laki-laki dan satu bagian tubuh.
BACA JUGA: Begini Suasana Sekolah Pertama di Aceh Tamiang, Seusai Banjir Bandang
"Keenam jenazah ini sudah teridentifikasi dan tinggal menunggu pembanding dari pihak keluarganya," katanya.
Dia mengatakan sebelum korban dimakamkan di TPU Sungai Jariang, dilakukan penyelenggaraan salat jenazah di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung dan langsung dia pimpin.
BACA JUGA: Begini Materi Pembelajaran di Sekolah untuk Korban Banjir Sumatra
Untuk pembacaan doa oleh Ketua DPRD Agam Ilham. Setelah itu, jenazah langsung dibawa ke TPU Sungai Jariang.
"Ini merupakan kedua kalinya pemakaman massal di TPU Sungai Jariang, karena sebelumnya sebanyak 10 jenazah pada 11 Desember 2025," katanya.
BACA JUGA: Polri Tetapkan Korporasi dan Individu Tersangka Pembalakan Liar Picu Banjir Sumut, Siapa?
Dia menambahkan sepuluh jenazah yang telah dimakamkan secara massal, empat diantaranya telah teridentifikasi.
"16 jenazah dimakamkan di TPU Sungai Jariang tersebut ditemukan di Kecamatan Palembayan dan sekitarnya," katanya.
Untuk total korban meninggal dunia akibat banjir bandang 253 orang. Dari 253 orang itu, 222 orang telah teridentifikasi yang terdiri dari 110 orang laki-laki dan 112 orang perempuan.
Sementara 31 jenazah masih dalam proses identifikasi dengan rincian, 14 orang laki-laki, 12 orang perempuan dan lima bagian tubuh.
"Polri bersama TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan relawan terus memaksimalkan identifikasi jenazah," katanya.
Sementara Bupati Agam Benni Warlis menambahkan jenazah yang dimakamkan ini merupakan yang terakhir yang diidentifikasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada DVI Mabes Polri, Kapolda Sumbar dan jajaran," katanya.
Semua jenazah yang dimakamkan secara massal ini sudah teridentifikasi dan tinggal menunggu pihak keluarga yang datang, sehingga tidak ada hilang jejak.
Bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir dan angin puting beliung melanda Agam pada akhir November 2025, mengakibatkan 165 orang meninggal dunia.
Korban tersebar di Kecamatan Malalak 16 orang, Matur satu orang, Tanjung Raya 10 orang, Palupuh satu orang, Palembayan 136 orang, Ampek Nagari satu orang.
Pada 6 Januari 2026, sudah masuk transisi dari masa tanggap darurat. (antara/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Patra Jasa Group Salurkan Bantuan bagi Penyintas Banjir di Sumatra
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3143687/original/014435100_1591250009-20200604-Antrean-di-SIM-Keliling-Masjid-At-Tin-Taman-Mini-HERMAN-6.jpg)