EtIndonesia. Ketegangan antara faksi-faksi bersenjata yang saling bermusuhan dan didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA) serta Arab Saudi baru-baru ini meningkat. Sebuah perusahaan perjalanan pada Senin (5 Januari) mengatakan kepada AFP bahwa akibat pecahnya konflik di wilayah daratan Yaman, penerbangan dihentikan sehingga ratusan wisatawan terjebak di Pulau Socotra, Yaman.
Wakil Gubernur Urusan Budaya dan Pariwisata Socotra, Yahya bin Afrar, mengatakan kepada AFP bahwa saat ini terdapat “lebih dari 400 wisatawan asing” di pulau tersebut dan “penerbangan mereka telah dihentikan”.
Pulau Socotra biasanya memiliki tiga penerbangan per minggu dari ibu kota UEA, Abu Dhabi, yang secara khusus mengangkut wisatawan asing.
Seorang pejabat lokal lain yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa sejak akhir bulan lalu, setelah diumumkannya keadaan darurat, semua penerbangan domestik dan internasional di pulau tersebut telah dihentikan. “Kami telah menyerukan dan meminta agar penerbangan dipulihkan.”
“Saat ini terdapat 416 warga negara asing dari berbagai negara yang terjebak, termasuk lebih dari 60 warga Rusia.” Selain itu, juga terdapat warga negara Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat.
Pelaku industri pariwisata Socotra menyebutkan bahwa setidaknya dua warga negara Tiongkok juga termasuk di antara mereka yang terjebak.
Diplomat Barat mengatakan kepada AFP bahwa puluhan wisatawan asing yang datang ke pulau tersebut untuk merayakan Tahun Baru terjebak setelah penerbangan dibatalkan. Mereka kini meminta bantuan dari kedutaan masing-masing untuk dievakuasi. Kedutaan negara-negara terkait telah menghubungi Arab Saudi dan pemerintah Yaman untuk mengupayakan pengaturan evakuasi.
Bandara Aden di daratan Yaman telah kembali beroperasi setelah mengalami gangguan selama beberapa hari.
Kepulauan Socotra Yaman terletak di Samudra Hindia, sekitar 350 kilometer dari pesisir Yaman. Kepulauan ini terdiri dari empat pulau dan dua terumbu karang, dengan jumlah penduduk sekitar 50.000 orang, dan selama ini relatif tidak terdampak oleh perang yang menghancurkan wilayah daratan Yaman.
Kepulauan Socotra terkenal dengan pemandangan hijau, pohon “darah naga” yang unik, satwa langka, serta perairan biru jernih yang menjadi habitat lumba-lumba. Selama bertahun-tahun, tempat ini terus menarik wisatawan petualang dan para influencer.
Banyak wisatawan berangkat dari UEA yang makmur, yang juga merupakan pendukung utama pasukan “Dewan Transisi Selatan” (Southern Transitional Council/STC) yang menguasai kepulauan tersebut.
Selama bertahun-tahun, Arab Saudi dan UEA masing-masing mendukung faksi-faksi yang saling bertentangan dalam pemerintahan Yaman yang terpecah. Namun baru-baru ini, Dewan Transisi Selatan yang didukung UEA melancarkan serangan untuk merebut dua provinsi penting, memicu ketidakpuasan Riyadh.
Arab Saudi kemudian melakukan serangan balasan besar-besaran, melancarkan serangan udara terhadap Dewan Transisi Selatan serta sejumlah pengiriman senjata yang disebut-sebut milik UEA, menghancurkan sebagian besar pasukan dan membalikkan keuntungan yang sebelumnya diraih. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


