Bisnis.com, JAKARTA — Produsen mobil asal Jepang, PT Honda Prospect Motor (HPM) bakal memperkuat lini produk elektrifikasinya pada tahun ini sebagai strategi untuk mendongkrak kinerja penjualan.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, pelaku industri otomotif menghadapi sederet tantangan sepanjang 2025, di antaranya melemahnya daya beli masyarakat, kebijakan pembiayaan yang semakin ketat, serta ketidakpastian kondisi ekonomi.
Alhasil, untuk menjawab tantangan tersebut, strategi Honda difokuskan pada penyediaan pengalaman menyeluruh bagi konsumen, dengan memperkuat model-model yang paling relevan dengan kebutuhan pasar.
"Di saat yang sama, Honda terus mengembangkan elektrifikasi secara bertahap untuk memperkuat karakter dan nilai khas Honda di setiap produknya," ujar Billy kepada Bisnis, dikutip Rabu (7/1/2026).
Perlu diketahui, sederet produk elektrifikasi Honda mayoritas merupakan segmen hybrid electric vehicle (HEV), di antaranya Honda Step WGN Hybrid, HR-V Hybrid, Civic RS Hybrid, CR-V Hybrid, hingga Accord Hybrid.
Selain itu, ada juga satu model mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) yakni Honda E:N1. Alhasil, tidak menutup kemungkinan Honda akan meluncurkan lebih banyak lagi model elektrifikasi pada 2026.
Baca Juga
- Semikonduktor Kembali Langka, Honda Setop Operasi di China dan Jepang
- Honda Beberkan Penyebab Pasar Otomotif Loyo pada 2025
- Honda HR‑V vs Hyundai Creta Bekas Awal 2026, Harga Mulai Rp136 Juta
Di lain sisi, pasar otomotif domestik masih melemah pada tahun lalu. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, volume penjualan mobil wholesales alias dari pabrik ke dealer masih terkontraksi 9,6% (year-on-year/yoy) menjadi 710.084 unit pada Januari–November 2025, dibandingkan periode 11 bulan 2024 sebesar 785.917 unit.
Adapun, Gaikindo telah merevisi target penjualan mobil baru pada 2025 menjadi 780.000 unit, dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 850.000–900.000 unit.
Sementara itu, penjualan mobil secara ritel atau dari dealer ke konsumen pun ikut merosot 8,4% yoy menjadi 739.977 unit, dibandingkan pada 11 bulan 2024 yang mencatatkan angka 807.586 unit.
Lebih lanjut, Billy mengatakan, pada 2026, pasar otomotif akan dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi, kebijakan pemerintah, kemudahan akses pembiayaan, serta kondisi ekonomi secara umum.
Penjualan ritel Honda sepanjang 11 bulan 2025 mencapai 64.225 unit dengan pangsa pasar 8,7%. Kontribusi terbesar berasal dari Honda Brio yang membukukan lebih dari 35.000 unit, disusul Honda HR-V dan Honda WR-V yang masing-masing mencatatkan lebih dari 12.000 unit dan 7.000 unit.




