Kabupaten Batang Ajukan Tari Babalu Jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional

pantau.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tengah mengupayakan agar Tari Babalu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia karena dinilai memiliki nilai historis dan keunikan yang tidak ditemukan di daerah lain.

Tari Babalu berasal dari era kolonial Belanda dan telah eksis sejak tahun 1940-an, menjadikannya salah satu kesenian tradisional khas yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Batang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Sudibyo, menyatakan bahwa Tari Babalu sudah memenuhi seluruh syarat administratif dan historis untuk diajukan sebagai WBTb nasional.

"Babalu sudah sangat memenuhi persyaratan itu karena eksis sejak 1940-an. Alasan kedua, kesenian ini menjadi identitas daerah ini yang tidak ada kesenian Babalu di tempat lain," ungkapnya.

Gerakan Bela Diri yang Disamarkan dalam Seni Tari

Seluruh dokumen pendukung seperti naskah akademik, dokumentasi foto, dan video pementasan telah dikirimkan ke pemerintah pusat untuk proses penetapan.

"Jika tak ada aral melintang pada 2026, tari Babalu akan menyusul jejak Serabi Kalibeluk, Nyadran Gunung, dan Batik Rifaiyah sebagai warisan budaya yang diakui secara nasional," tambah Bambang.

Didampingi Kabid Kebudayaan, Camelia Dewi, Bambang menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar mengejar pengakuan nasional, tetapi untuk menanamkan nilai perjuangan di balik kesenian tersebut.

"Kami berharap mereka bahwa kesenian ini pernah menjadi senjata paling mematikan bagi para pejuang daerah melawan penjajah," ujarnya.

Pekik peluit “Aba-aba Dahulu” atau Babalu diyakini sebagai simbol komunikasi rahasia para pejuang, yang diharapkan tetap dikenang oleh generasi mendatang.

Pemilik Sanggar Merti Desa, Tatik Setianingsih, menjelaskan bahwa Tari Babalu sejatinya adalah teknik bela diri yang disamarkan dalam bentuk pertunjukan tari.

"Tari Babalu itu isinya penari dengan gerakan-gerakan silat. Peluit itu sebagai simbol aba-aba. Prit... itu tandanya gerak harus berganti sebagai tanda perjuangan warga Batang melawan penjajah," jelasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Situasi di Venezuela Mulai Stabil, Kemlu RI Imbau WNI Tetap Waspada
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Polda Metro Jaya Koordinasi dengan Tiga Kejati, Sinkronkan Penerapan KUHP dan KUHAP Baru
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Korban Meninggal Banjir Bandang Kepulauan Sitaro Bertambah Jadi 17 Orang
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
El Salvador Catat Kasus Pembunuhan Terendah dalam Sejarah
• 10 jam laluidntimes.com
thumb
Bersama Petani di Karawang, Prabowo Umumkan Keberhasilan Swasembada Pangan 2025
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.