Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan kondisi di Venezuela mulai stabil dan berangsur normal pasca penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Plt. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Heni Hamidah mengatakan, meski situasi mulai stabil, WNI yang berada di Venezuela tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Namun demikian kepada WNI yang berada di Venezuela tetap dihimbau untuk waspada dan senantiasa melihat, memantau situasi terkini," kata Heni dalam press briefing di Kemlu, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Berdasarkan catatan KBRI Caracas, terdapat 37 WNI di Venezuela. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 orang merupakan staf dan keluarga besar KBRI, sementara empat lainnya adalah WNI yang menetap, menikah, dan bekerja di Venezuela. Heni memastikan seluruh WNI saat ini berada dalam kondisi aman dan sehat.
Untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik, kata Heni, Kemlu melalui KBRI Caracas telah menyiapkan sejumlah langkah, antara lain menyusun rencana kontigensi serta mengaktifkan protokol pelindungan WNI.
Baca Juga: AS Kendalikan Penjualan Minyak Venezuela Tanpa Batas
Selain itu, KBRI Caracas secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memantau perkembangan situasi keamanan di lapangan.
KBRI Caracas juga telah mengaktifkan alat komunikasi cadangan sebagai langkah antisipasi jika terjadi kelumpuhan sistem listrik dan komunikasi (blackout). Sejumlah perangkat komunikasi seperti radio, satelit, dan Starlink telah disiapkan untuk memastikan komunikasi tetap berjalan.
"KBRI Caracas juga sudah mengaktifkan alat komunikasi cadangan, in case terjadi blackout. Kita sudah menyiapkan perangkat radio, satelit, dan perangkat Starlink untuk memastikan komunikasi dengan pusat tidak terputus," ucap Heni.
Lebih lanjut, Heni menegaskan hingga saat ini belum ada rencana evakuasi terhadap para WNI di Venezuela.
"Untuk penanganan ke-37 WNI saat ini, memang belum ada rencana evakuasi," ujarnya.
Menurutnya evakuasi baru akan dilakukan apabila situasi dinyatakan darurat dan status keamanan dinaikkan.
"Once kondisinya darurat dan memang kemudian status siaga naik ke 1, saat ini masih 3 di sana, kalau itu sudah naik ke status tiaga 1, maka evakuasi akan dilakukan," tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews





