Pilah-Pilih Saham Maksimalkan Cuan Sambut Pembagian Dividen Jumbo

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah kinerja lesu IDX High Dividend 20 sepanjang 2025, sejumlah saham yang tercatat royal membagikan dividen menjadi rekomendasi kalangan analis untuk diakumulasi jelang periode pembagian dividen tahun buku 2025.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand, memberikan rekomendasi terhadap saham yang tergabung dalam sektor perbankan dan energi. Menurutnya, saham dalam dua sektor tersebut cenderung menjadi emiten dengan catatan dividen yang jumbo secara historis.

Menurutnya, penting bagi investor untuk memilih saham-saham dengan jejak yang konsisten dalam membagikan dividen selama tiga tahun belakangan dan memiliki rasio utang yang rendah guna mengoptimalkan return di masa depan.

“Menjelang pembagian dividen tahun buku 2025, saham-saham seperti BBRI, BMRI, dan ADRO menjadi pilihan utama dengan jadwal pembayaran di Januari 2026 yang memberikan kepastian imbal hasil bagi investor,” katanya, dikutip Selasa (6/1/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });
Baca Juga : IHSG Sesi I Kian Melambung ke Level 8.946

Menurutnya, kinerja fundamental emiten yang tergabung dalam IDX High Dividend 20 belakangan, sebetulnya cenderung solid dan didukung oleh arus kas bebas yang kuat. Selain itu, tingkat pengembalian aset (RoA) juga dinilai terjaga untuk mampu memastikan kebijakan pembagian dividen tahunan.

Terlebih, valuasi pasar saat ini dinilai memiliki daya tarik yang cukup besar, lantaran diperdagangkan di bawah atau sejalan dengan rata-rata historis.

“Rendahnya minat investasi sementara ini lebih dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan perlambatan pertumbuhan relatif di beberapa sektor, sementara emiten perbankan besar tetap mencatatkan margin bunga bersih (NIM) yang stabil dan pertumbuhan kredit yang sehat sebesar 10%,” katanya.

Sementara itu, Senior Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas memberikan rekomendasi buy on weakness terhadap saham-saham blue chip. Terlebih, sejumlah saham blue chip kini tengah masuk dalam fase koreksi.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya, tercatat masih mengalami koreksi hingga 17,01% selama satu tahun terakhir, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 15,86%, atau PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terkoreksi 11,33%.

“Rekomendasi cenderung buy on weakness dengan pendekatan income investing, terutama saham-saham blue chips yang sebelumnya menjadi pemberat indeks,” katanya, dikutip Selasa (6/1/2026).

Baca Juga : Habis Manis Sepah Dibuang, Saham Royal Dividen Ditinggal Investor Jangka Panjang

Sementara itu, Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati, menilai peluang kembali menguatnya saham-saham dalam IDX High Dividend 20, mesti terlebih dahulu ditunjukkan oleh pemulihan kinerja fundamental emiten terkait.

Menurutnya, lesunya kinerja indeks belakangan, lebih disebabkan lantaran kinerja keuangan emiten yang diprediksi masih kurang memuaskan. Hal itu yang kemudian membuat kinerja indeks tampak fluktuatif dan hanya menguat pada momentum pembagian dividen.

“Emiten harus mampu melakukan pemulihan kinerja keuangan, menghasilkan laba bersih yang tumbuh positif dan memberikan dividen yang optimal dan sepadan dengan waktu yang diberikan bagi investor jangka panjang,” katanya, Selasa (6/1/2026).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pulihkan Faskes di Sumatra-Aceh, Kemenkes Ajukan Anggaran Rp500 Miliar
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Ini Benda yang Sering Dibawa Traveler Berpengalaman saat Traveling
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Tawuran Dibubarkan, Pelaku malah Marah-Marah
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Mendagri Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Trump Perintahkan AS Keluar dari 66 Organisasi Dunia
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.