Penulis: RK Chandra
TVRINews-Palembang, Sumatra Selatan
Kilang Pertamina Plaju catatkan produksi 50.050 ton biji plastik, lampaui target tahunan sebesar 114 persen .
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui Refinery Unit (RU) III Plaju melaporkan pencapaian signifikan dalam sektor petrokimia dengan memproduksi 50.050 ton biji plastik merek Polytam sepanjang tahun 2025.
Angka tersebut merepresentasikan realisasi sebesar 114 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) perusahaan.
Konsistensi produksi ini memperkuat posisi kilang dalam menekan ketergantungan terhadap bahan baku impor serta menjaga stabilitas pasokan industri domestik.
Keandalan Operasional dan Kemandirian Industri
Sepanjang tahun 2025, rata-rata volume produksi Polytam tercatat stabil pada angka 4.100 ton per bulan. Capaian ini sejajar dengan performa tahun 2024, yang menunjukkan stabilitas tinggi dalam sistem manufaktur di fasilitas Palembang tersebut.
Siti Fauzia, Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju, menyatakan bahwa performa ini merupakan hasil langsung dari efisiensi operasional yang ketat.
"Pencapaian produksi yang melampaui target ini menegaskan komitmen kami dalam menjaga keandalan kilang sekaligus memenuhi permintaan industri nasional terhadap bahan baku petrokimia berkualitas tinggi," ujar Siti dalam pernyataan resminya pada Rabu 7 Januari
Secara teknis, Polytam merupakan produk polimer berbahan dasar polypropylene dengan rumus kimia $(C_3H_6)_n$. Bahan baku utamanya berasal dari unit Fluid Catalytic Cracking (FCC) internal kilang yang menghasilkan propylene dengan tingkat kemurnian mencapai 99,6 persen. Integrasi hulu-ke-hilir ini menjadi salah satu pilar kemandirian energi dan material Indonesia.
Standar Global dan Keamanan Pangan
Sebagai produk yang menyasar industri kemasan, Polytam diformulasikan untuk memiliki ketahanan panas dan oksidasi yang unggul. Produk ini hadir dalam tiga varian utama: Film Grade untuk kemasan makanan, Injection Grade untuk peralatan rumah tangga, serta Yarn Grade untuk karung tenun.
Selain aspek teknis, jaminan keamanan konsumen menjadi prioritas utama. Produk ini telah mendapatkan sertifikasi Halal dan standar Food Grade.
"Kami rutin melakukan audit halal setiap dua tahun dan membekali personel dengan pelatihan penyelia halal. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk menjamin keamanan produk bagi masyarakat luas," tambah Siti.
Ekspansi dan Proyeksi Masa Depan
Unit produksi polypropylene di Plaju telah melalui proses revitalisasi intensif guna meningkatkan kapasitas dari semula 20.000 ton per tahun menjadi kapasitas saat ini. Operasional kilang didukung oleh tim ahli yang terdiri dari puluhan tenaga teknis guna memastikan standar keselamatan kerja tetap berada pada level tertinggi.
Saat ini, distribusi Polytam telah menjangkau pusat-pusat industri di Sumatera dan Jawa, mencakup wilayah Medan, Palembang, hingga Surabaya. Langkah ini sejalan dengan visi strategis Pertamina untuk menjadikan sektor petrokimia sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.
"Sektor petrokimia merupakan bisnis masa depan yang sangat strategis. Kami akan terus mendorong inovasi agar tetap relevan dengan dinamika pasar global," pungkas Siti.
Editor: Redaksi TVRINews





