3 Sentimen Pemicu IHSG Menguat saat Asia Melemah

mediaindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan performa tangguh pada pembukaan perdagangan Rabu (7/1) pagi. Di tengah mayoritas bursa saham kawasan Asia yang memerah, IHSG justru melaju di zona hijau.

IHSG hari ini dibuka menguat 25,47 poin (0,29%) ke posisi 8.959,08. Tren positif ini juga diikuti oleh kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang naik 2,34 poin (0,27%) ke level 867,40.

Dilansir dari Antara, tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyebutkan, pergerakan pasar hari ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang solid. Berikut adalah tiga faktor utama yang menopang penguatan IHSG hari ini:

1. Efek "Halo" dari Wall Street dan Reli Saham AI

Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) yang kompak menguat memberikan efek tular yang positif ke pasar domestik. Optimisme ini ditopang oleh sektor teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).

  • Saham raksasa teknologi seperti Amazon, Micron Technology, dan Palantir memimpin kenaikan.
  • Pelaku pasar meyakini AI masih menjadi "pengubah permainan" (game changer) ekonomi global.
  • Dukungan prospek ekonomi AS yang solid, pemangkasan suku bunga, serta stimulus fiskal turut menjaga mood investor.
2. Dampak Geopolitik yang Terbatas

Meski terdapat ketegangan geopolitik akibat serangan AS ke Venezuela, pasar merespons dengan tenang. Dampak konflik ini dinilai terbatas karena peran Venezuela yang relatif kecil dalam rantai pasok ekonomi global maupun pasar minyak dunia, sehingga tidak menekan sentimen investasi secara signifikan.

3. Finalisasi Perjanjian Dagang RI-AS

Kabar baik datang dari hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat. Kedua negara kini memasuki tahap final perundingan perjanjian dagang yang akan digelar pada 12-19 Januari 2026 di Washington DC.

  • Kesepakatan mencakup penurunan tarif resiprokal AS atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%.
  • Komitmen kerja sama di bidang teknologi dan investasi diharapkan memberi stabilitas jangka menengah bagi pasar keuangan Indonesia.

Sebagai pembanding, bursa Asia pagi ini justru tertekan. Indeks Nikkei (Jepang) melemah 0,44%, Hang Seng (Hong Kong) turun 0,94%, dan Straits Times (Singapura) terkoreksi tipis 0,05%. (Z-10)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Kembali Soroti Greenland, Pakar Peringatkan Ancaman Serius
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Terungkap Foto Bulan Madu Shin Min Ah dan Kim Woo Bin di Spanyol
• 5 jam laluinsertlive.com
thumb
RI Pangkas Produksi Batu Bara jadi Sekitar 600 Juta Ton pada 2026
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Sebanyak 11 Petarung MMA Indonesia Tampil di Ajang 3rd AMMA Championship 2026
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Belum Punya Barcode? BBM Subsidi Bisa Ditolak saat Isi Bensin!
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.