Rizal Fadillah Tantang Polisi: Kalau Ijazah Jokowi Asli, Kenapa Tak Uji Forensik Independen?

fajar.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Salah satu tersangka dugaan fitnah isu ijazah palsu Presiden ke-7, Jokowi, di Polda Metro Jaya, Rizal Fadillah, kembali mendorong kepolisian membuka ruang uji forensik independen terhadap ijazah Jokowi yang selama ini diklaim asli.

Rizal mempertanyakan alasan aparat penegak hukum menolak keterlibatan lembaga independen jika memang ijazah tersebut diyakini sah dan ingin segera mengakhiri polemik yang berkepanjangan.

“Apa sulitnya bagi pihak Kepolisian untuk mengizinkan uji forensik independen atas ijazah Jokowi jika dua hal yaitu pertama ijazah itu memang diyakini asli, dan kedua ingin segera masalah ini selesai,” ujar Rizal kepada fajar.co.id, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, langkah tersebut justru akan memperkuat profesionalisme Polri sekaligus memulihkan kepercayaan publik yang belakangan dinilai terus tergerus.

Ia menekankan bahwa penanganan terbuka akan menjauhkan kepolisian dari tudingan rekayasa.

“Dapat memproses tindak lanjut dengan cara profesional dan bebas dari tuduhan publik atas kerja rekayasa Kepolisian. Hal ini sangat bagus bagi pemulihan citra,” sebutnya.

Sebaliknya, Rizal menilai sikap Polri yang tetap bersikukuh melakukan uji forensik secara internal berisiko memperpanjang krisis kepercayaan.

Ia menyebut keraguan publik soal keaslian ijazah Jokowi tidak akan berhenti.

“Sebaliknya, jika keukeuh mempertahankan kompetensi Polri sendiri dalam uji forensik dokumen, maka risiko ketidakpercayaan publik harus diterima,” katanya.

Ia juga menyinggung dampak sosial yang, menurutnya, terus dialami Jokowi akibat polemik tersebut.

“Keraguan atas keaslian ijazah Jokowi tetap berlanjut. Olok-olok publik akan berkesinambungan,” Rizal menuturkan.

“Jokowi terus didera oleh hukuman sosial sebagai sesuatu hal yang kadang lebih berat diderita dibanding hukuman berdasar undang-undang,” tambahnya.

Rizal bahkan menyeret persoalan tersebut ke ranah keluarga, dengan menyebut bahwa posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ikut terdampak, terutama terkait riwayat akademiknya.

“Secara fisik dan mental Jokowi semakin menderita. Apalagi keabsahan puteranya Gibran juga terus dipersoalkan, khususnya pada riwayat dan status akademik,” terangnya.

Rizal juga mengaitkan isu ini dengan buku berjudul Gibran Endgame menggambarkan berakhirnya peran politik Gibran.

Ia menyebut dinamika politik keluarga Jokowi sebagai sesuatu yang mengganggu iklim demokrasi sehat.

“Game atau drama Jokowi dan Gibran mesti segera diakhiri,” tegasnya.

Ia menilai desakan publik agar dilakukan pengujian ijazah semakin kuat dan tidak bisa diabaikan.

Rizal menekankan bahwa solusi paling rasional adalah membuka uji forensik secara menyeluruh dan independen.

“Tentu bukan uji forensik sendiri polisi, tetapi banyak institusi termasuk BRIN, TNI, atau UI. Dibuka ruang lembaga luar negeri sangat membantu dan lebih teruji lagi,” imbuhnya.

Rizal bilang, Jokowi mesti membuka ijazah tersebut secara terbuka kepada publik dan dilakukan uji forensik secara independen agar polemik ini betul-betul selesai.

“Kalau ijazahmu asli kenapa takut dan bersembunyi? Buka seterang-terangnya, tunjukkan seluas-luasnya, tantang sehebat-hebatnya. Uji seobyektifnya. Siapa takut?,” kuncinya.

(Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Emas Antam Merosot Rp 14.000 per Gram Jadi Rp 2,57 Juta, Galeri24 Rp 2,59 Juta
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Viral ASN Jawa Barat Tak Dapat Gaji, Dedi Mulyadi Buka Suara sampai Ungkap Fakta Sebenarnya
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Putusan PN dan PTUN Jakarta Kuatkan SK Pengesahan Mardiono Jadi Ketum PPP
• 19 jam laludetik.com
thumb
Bonus SEA Games 2025 Cair, Atlet Peraih Emas Dapat Rp1 Miliar
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Indonesia Prihatin atas Keputusan AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Serukan Penguatan Multilateralisme
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.