Masa pensiun akan begitu merepotkan bagi siapa saja yang tidak siap. Butuh perencanaan matang, baik itu pengelolaan keuangan, kesehatan, hingga modal spiritual, agar siapa saja bisa tetap bahagia dan yang pasti tanpa drama bila pintu pensiun itu ada di depan mata.
Dosen Sosiologi Ekonomi di Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ida Nuraini, di Malang, Rabu (7/1/2026), mengatakan, perencanaan keuangan dana pensiun adalah hal penting dilakukan.
“Dana pensiun harus dikelola bijak dan minim risiko. Tabungan harian, dana darurat, serta proteksi kesehatan harus disiapkan sejak dini agar tidak menjadi beban di kemudian hari,” kata Ida.
Terkait itu, Ia menyebut, punya beberapa tips finansial agar pengelolaannya berjalan ideal. Pertama, tentang penyiapan dana darurat. Kata Ida, nominalnya disiapkan 6-12 kali kebutuhan setiap bulan. Itu menjadi batas nyaman dan ideal seseorang bisa tenang menjalani hidup setelah pensiun.
Kedua adalah pentingnya mulai mengurangi dan mengelola utang sebelum pensiun. Tujuannya, agar saat pensiun, seseorang sudah tidak memiliki beban yang wajib dibayar.
“Masa pensiun harus menjadi masa kita bisa hidup aman dan nyaman tanpa diburu utang,” kata Ida.
Selain tips kesiapan finansial, Ida menekankan kesehatan tubuh juga merupakan investasi jangka panjang yang penting. Oleh karena itu, aktivitas fisik ringan tetap harus dilakukan. Ia mencontohkan kegiatan berjalan kaki, berenang, atau yoga.
Pola hidup sehat itu, kata Ida, akan membuat warga tetap berpeluang sehat saat pensiun. “Sisihkan minimal 30 menit setiap hari untuk bergerak agar kesehatan jantung dan kebugaran tubuh tetap terjaga,” katanya.
Selain itu, tidak kalah penting adalah menyiapkan sumber penghasilan tambahan. Ida mencontohkan, memunculkan peluang lewat waralaba, bimbingan belajar, jasa cuci pakaian, hingga menjadi konsultan sesuai keahliannya.
Usaha itu, menurut Ida, akan membuat warga tetap bergerak jika nanti kita sudah pensiun. ”Supaya nanti tidak terlalu kaget dengan perubahan pola aktivitas yang awalnya sibuk seharian menjadi tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.
Faisal Abdullah, pengajar lainnya di Prodi Ekonomi Pembangunan UMM, menambahkan kesiapan spiritualitas juga tidak boleh dilupakan. Kesiapan spiritualitas penting untuk mencegah stres dan permasalahan kesehatan yang kerap muncul setelah pensiun.
”Dengan begitu, kita bisa purna tugas dengan tetap nyaman, tentram, dan bahagia,” katanya.
Dalam perspektif Islam, Faisal mengatakan, pensiun bukan akhir dari produktivitas. “Dalam Al Quran tidak dikenal istilah pensiun. Pensiun hanyalah persoalan administrasi, bukan berhenti berkarya. Manusia tetap diperintahkan untuk terus mencari karunia Allah,” katanya.
Untuk mencapai masa pensiun dengan mental siap, maka menurutnya, adalah dengan menjaga kedekatan dengan Al Quran, memperbanyak rasa syukur, serta berzikir. Hal itu merupakan salah satu jalan mencapai ketenangan jiwa.
Nah, itu sejumlah tips singkat dan saran menghadapi masa pensiun. Bagaimana dengan anda?





