Upaya Menkes Ubah Kebiasaan Masyarakat Berobat ke LN demi RS di RI

kumparan.com
23 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berupaya menarik masyarakat yang terbiasa berobat ke luar negeri agar kembali percaya pada rumah sakit di Indonesia.

Menurutnya, menumbuhkan kepercayaan masyarakat tidak hanya soal gedung yang megah, tetapi juga pelayanan yang prima.

“(Berobat) ke luar negeri itu bukan hanya masalah fasilitas dan harga, tapi juga bagaimana mereka merasa lebih di-wongke (dimanusiakan) sebagai pasien, didengarkan, diberi waktu yang cukup untuk berkonsultasi, merasa nyaman, dan percaya bahwa mereka mendapatkan perawatan yang terbaik,” kata Budi Gunadi saat ditemui usai membuka groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr Sardjito, Kamis (8/1).

Pada 2026, fenomena masyarakat berobat ke luar negeri diperkirakan masih akan terjadi. Bagi Kemenkes, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri.

“Masih banyak (yang berobat ke luar negeri tahun ini). Nah, itu tantangannya buat kita. Selain membangun sarana prasarana seperti yang sudah kita lihat, penting juga membangun kemampuan tenaga kesehatan kita untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” katanya.

Kepercayaan publik, lanjut Budi, harus dibangun bahwa masyarakat yang berobat di rumah sakit dalam negeri akan mendapatkan kesembuhan dan pelayanan yang baik.

“Kalau dia datang ke sini (rumah sakit Indonesia), sembuh dan layanannya pasti bagus. Itu yang perlu kita bangun bersama-sama,” jelasnya.

Menurut Budi, membangun rumah sakit masa depan bukan hanya soal bangunan modern. Rumah sakit tidak hanya harus mampu menyembuhkan, tetapi juga merawat kehidupan. Hal itu juga menjadi harapan bagi RSUP Dr Sardjito.

“Sehingga kalau ada apa-apa, masyarakat Jogja ini kan banyak lansianya. Saya harapkan kalau sakit tidak usah keluar negeri, bisa dirawat di sini,” tuturnya.

40 Rumah Sakit Kemenkes

Budi Gunadi menyebutkan saat ini terdapat 40 rumah sakit milik Kemenkes yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut akan bertambah satu rumah sakit lagi di Riau.

“Saya ingat waktu COVID. Setelah COVID selesai, sejak 2022 sampai sekarang, mungkin dalam tiga tahun terakhir ini hampir 20 rumah sakit sudah kita bangun gedung-gedung barunya, termasuk di Sardjito saat ini,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari transformasi kesehatan yang dicanangkan Kemenkes agar layanan kesehatan di seluruh Indonesia mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau.

Sebelumnya, perencanaan pembangunan rumah sakit milik Kemenkes dinilai belum tertata dengan baik.

“Tumpang tindih di mana-mana. Seperti ada tanah kosong, langsung dibangun,” ujarnya.

Akibatnya, tata letak rumah sakit di Indonesia tidak tertata seperti di luar negeri.

“Oleh karena itu, sejak akhir 2022 kami meminta adanya master plan yang tidak boleh diubah selama saya menjabat sebagai menteri. Semua pembangunan harus mengikuti master plan tersebut,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Singgung Soal Peredaran Narkoba di Rutan, Ammar Zoni Akui Pernah Memakainya
• 2 jam lalucumicumi.com
thumb
Gagal Pecah Belah Yaman Melalui Tangan UEA, Israel Gigit Jari Dihadang Saudi?
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prospek Positif Industri Semikonduktor 2026, Kebangkitan Analog
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Kala Komedi Pandji Dibalas dengan Laporan Polisi
• 52 menit lalukompas.id
thumb
Pelaku Curanmor Menangis Berlutut Minta Ampun ke Korbannya
• 22 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.