PEMANDANGAN tak biasa terjadi dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Presiden Prabowo Subianto, dengan sikap sempurna, memberikan hormat militer kepada ribuan petani dan penyuluh pertanian yang hadir.
Gestur tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan tertinggi Kepala Negara atas kerja keras para "pahlawan pangan" yang berhasil mengantarkan Indonesia kembali mencapai swasembada beras pada 2025.
Prabowo mengungkapkan, tindakan memberi hormat kepada bawahan atau warga sipil sejatinya berlawanan dengan tradisi militer yang kaku. Namun, nalurinya sebagai mantan panglima tempur berbicara lain saat melihat keberhasilan besar yang dicapai melalui perjuangan berat.
"Saya memimpin pasukan tempur. Saya punya kebiasaan, kadang-kadang saya memimpin pasukan saya dengan keras. Tapi akhirnya mendapat keberhasilan. Akhirnya saya menjadi kagum dan bangga dengan anak buah saya. Dan akhirnya, saya yang hormat mereka duluan," tegas Prabowo dengan suara bergetar.
Momen emosional tersebut memuncak ketika Prabowo meminta izin untuk mengikuti nalurinya tersebut di hadapan para petani.
"Saudara-saudara sekalian, izinkanlah saya mengikuti naluri saya. Mengikuti kebiasaan saya sejak muda. Izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang, mengabdi, sehingga kita swasembada pangan," ucap Prabowo sembari mengangkat tangan kanan memberikan hormat.
Sontak, ribuan petani dan masyarakat yang memadati lokasi menyambut gestur tersebut dengan tepuk tangan gemuruh. Sebagian petani bahkan terlihat membalas hormat sang Presiden dengan penuh haru, menandai ikatan kuat antara pemimpin dan rakyatnya dalam merayakan kedaulatan pangan nasional. (Z-10)





