Jakarta: Presiden Prabowo Subianto meresmikan keberhasilan swasembada pangan terkait komoditas beras. Keberhasilan itu ditandai dengan sotk beras mencapai 3 juta ton di akhir 2025.
"Hari ini saya merasa dapat dorongan, kekuatan, energi, saya merasa seperti 30 tahun lebih muda," kata Prabowo di Karawang, Rabu, 7 Januari 2026.
Menurut Kepala Negara, perasaan itu didapat karena laporan terkait swasembada yang linier dengan pendapatan petani. Penghasilan mereka naik di tengah upaya swasembada beras.
Presiden juga mendapat laporan terkait kesejahteraan di sektor kelautan. Hasil panen nelayan Indonesia naik.
Baca Juga :Presiden Prabowo Ingin Swasembada Tiap Tahun
"Dan di tahun mendatang akan lebih naik lagi. Tahun 2026 kita targetkan 1.100 desa nelayan," tegas Prabowo.
Presiden mengungkap keinginan untuk konsisten melakukan swasembada. Tak hanya beras, swasembada ditargetkan pada komoditas lain.
"Tiap tahun kita buktikan, swasembada, swasembada, swasembada, tidak hanya beras jagung singkong, semuanya kita swasembada nanti," kata Prabowo.
Menurut Presiden, swasembada diperlukan agar Indonesia tak bergantung pada negara lain. Terutama, terkait urusan pangan.
"(Swasembada) ternak, ikan, semuanya, kita akan produksi besar-besaran, kita akan buka ribuan desa nelayan," tegas Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Metro TV
Kepala Negara menyebut swasembada sektor pangan berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Menurut Presiden, anak-anak Indonesia perlu asupan protein yang bermutu, dan diwujudkan melalui swasembada pangan.
"Mereka harus tumbuh pintar dan jadi masa depan Indonesia," kata Prabowo.




