BANDUNG, KOMPAS- Sebanyak 10 kasus influenza A subklad K atau dikenal dengan sebutan superflu ditemukan di Jawa Barat sepanjang tahun 2025. Semua pasien dilaporkan telah pulih.
”Semuanya sempat dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Belum ada penambahan kasus superflu di awal tahun ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jabar Vini Adiani Dewi di Bandung, Rabu (7/1/2026).
Ia menuturkan, superflu itu sebenarnya penyakit flu biasa. Namun, gejalanya dirasakan lebih lama, bisa mencapai sebulan. Selain itu, gejalanya tidak hanya demam, batuk dan pilek. Ada indikasi sesak nafas bagi penderita superflu.
Vini mengatakan, penyebaran superflu disebut melalui droplet atau percikan air liur. Beruntung, fatalitasnya tidak seperti Covid-19. Hingga kini, misalnya, belum ada laporan kasus kematian akibat penyakit ini di Jabar.
"10 penderita superflu yang dilaporkan dari RSHS sudah sembuh semua," ungkap Vini.
Vini memaparkan, superflu dapat sembuh dengan sendirinya bagi penderita. Ia pun menyarankan bagi masyarakat yang terpapar superflu harus beristirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjalani isolasi mandiri di rumah.
Masyarakat yang rentan saat terpapar superflu jika memiliki daya tahan tubuh yang rendah, seperti balita, lanjut usia dan masyarakat dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, dan jantung.
"Penyakit flu pada dasarnya bisa sembuh sendiri jika daya tahan tubuh baik. Namun, diperlukan kehatian-hatian bagi kelompok masyarakat dengan daya tahan tubuh yang rendah," tuturnya.
Ke depan, ia mengimbau masyarakat jika sedang sakit flu dan terpaksa keluar rumah harus menggunakan masker agar tidak menularkan ke orang lain. Selain itu, Vini mengingatkan agar semua pihak menerapkan etika saat batuk, yakni menutup batuk ke lengan atas atau siku bagian dalam.
"Protokol kesehatan ini merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat bagi semua penyakit saluran pernapasan. Masyarakat dapat menyuntikkan vaksin influenza setahun sekali," tambahnya.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, terus memantau seksama perkembangan kasus superflu di Kota Bandung. Upaya deteksi akan terlaksana di puskesmas dan rumah sakit bagi masyarakat yang mengeluhkan gejala seperti superflu.
"Apabila ada warga Kota Bandung yang menderita superflu, kami akan menyediakan rumah sakit sebagai tempat isolasi yang baik," ucapnya.




