jpnn.com, SUMATERA BARAT - PT Hutama Karya turut berperan aktif dalam penanganan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Barat.
Pemulihan infrastruktur pascabencana difokuskan pada lima wilayah di Provinsi Sumatra Barat, meliputi Malalak, Lembah Anai, Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
BACA JUGA: Hutama Karya Catat Trafik Kendaraan di Tol Trans Sumatra Meningkat 41 Persen
Sejak hari pertama pascabencana pada 23 Desember lalu, Hutama Karya telah mengerahkan 163 personil yang terdiri dari tim manajemen lapangan, operator alat berat, serta tenaga pendukung guna memastikan penanganan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Di sektor pemulihan akses jalan, Kementerian PU melalui Bina Marga dan Hutama Karya melaksanakan pembersihan material longsor, normalisasi saluran, perapihan dan pelebaran badan jalan, pembuatan akses darurat, hingga penanganan lanjutan pada titik-titik rawan.
BACA JUGA: Ofero Hadirkan Stareer 5 Lit, Jarak Tempuh Hingga 130 Km
Pemulihan akses dilaksanakan pada akses utama di jalur Lembah Anai sepanjang 5,8 KM dengan panjang penanganan efektif +- 800 meter.
Akses Lembah Anai yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi telah dioperasikan secara terbatas untuk dapat membuka jalur mobilitas warga agar dapat segera pulih pascabencana.
BACA JUGA: Perkuat Distribusi BBM, Pertamina Patra Niaga Gandeng General Maintenance Mobil Tangki FAW
Akses jalan ini merupakan Jalan Alternatif Padang-Bukittinggi yang menghubungkan daerah Kotomambang dengan daerah Malingka sepanjang 39 KM, dengan 9 titik terdampak longsor.
Hutama Karya pada pekerjaan pemulihan akses jalan tersebut mengerjakan pekerjaan pembersihan lokasi longsor, perapihan material longsor, perapihan debris, pembuatan jalan akses, loading tanah longsoran, pembuatan jembatan sementara, serta pembuatan akses darurat untuk kendaraan melintas.
Selain menjadi bagian dari pemulihan akses jalan, Kementerian PU dan Hutama Karya juga hadir memulihkan akses air bersih pada infrastruktur instalasi pengolahan air yang juga terdampak bencana.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengedepankan kecepatan respons dan koordinasi lapangan yang solid.
“Sejak awal, Hutama Karya menjadi bagian dari kesigapan Kementerian PU yang berfokus pada langkah-langkah prioritas agar akses infrastruktur dan layanan dasar masyarakat dapat segera dipulihkan. Seluruh tim di lapangan bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan aman,” ungkap Mardiansyah.
Sementara itu, pada penanganan SPAM Sumatra Barat, Hutama Karya juga melaksanakan pemasangan dan perakitan pipa, penyusunan jumbo bag sebagai mercu sementara, serta survei dan orientasi lapangan untuk penanganan lanjutan.
Upaya ini diharapkan bisa menjaga pasokan air bersih tetap tersedia selama proses pemulihan pascabencana.
“Melalui penanganan tanggap darurat ini, Hutama Karya berupaya memastikan akses jalan dan air bersih kembali berfungsi, layanan air bersih tetap terjaga, serta aktivitas masyarakat dapat berangsur pulih. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung mobilitas warga, distribusi logistik, dan pemulihan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak Sumatra Barat,” seru Mardiansyah.(chi/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur & Reporter : Yessy Artada


