Pasca berhasil melakukan intervensi di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terang-terangan ini kembali mengambil alih pulau terbesar di dunia Greenland.
“Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” ujar Trump ketika ditanya mengenai potensi tindakan AS terhadap Greenland, 4 Januari 2025
Ketertarikan Trump terhadap Greenland tidaklah baru; sejak tahun lalu, Trump secara terbuka menyatakan ambisinya untuk memperluas wilayah kekuasaan AS ke pulau yang kaya sumber daya tersebut.
"Kami akan membuat Anda tetap aman, kami akan membuat Anda kaya, dan bersama-sama, kita akan membawa Greenland ke level yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya," cetus Trump seperti dilansir Reuters, Rabu, 5 Maret 2025.
Trump Tengah Bersiap Mengakuisi GreenlandPada kesempatan lain pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin menjadi-jadi dan berambisi untuk mengakuisisi pulau yang menjadi wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark tersebut.
“Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa akuisisi Greenland merupakan prioritas keamanan nasional Amerika Serikat dan hal ini penting untuk mencegah para pesaing kami di kawasan Arktik,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dalam tanggapannya atas pertanyaan Anadolu, Selasa, 6 Januari 2026.
Leavitt menambahkan bahwa Presiden Trump bersama timnya sedang mendiskusikan berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang disebutnya penting tersebut.
“Tentu saja, penggunaan militer Amerika Serikat selalu menjadi salah satu opsi yang berada dalam kewenangan Panglima Tertinggi,” ucap Leavitt.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul usulan berulang Presiden Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland itu demi kepentingan strategis AS.
"Mereka harus menilainya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu," kata Trump. "Anda tahu, saat itu saya tidak merujuk pada Greenland. Tetapi kami memang membutuhkan Greenland, sangat membutuhkan. Kami membutuhkannya untuk pertahanan." ungkap Trum dilansir dari The Atlantic.
Sebelumnya pada 2019, selama masa jabatan presiden pertamanya, Trump menawarkan untuk membeli pulau tersebut tapi diberitahu bahwa pulau itu tidak dijual.
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen Menolak TrumpSementara itu Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengecam keras wacana pencaplokan Greenland oleh AS. Ia meminta Washington agar menghentikan ancaman terhadap sekutu dekat dan rakyat Greenland.
"Saya harus menyampaikannya secara langsung kepada AS," ungkap Frederiksen dalam sebuah pernyataan. Dia menolak gagasan bahwa AS perlu mengambil alih Greenland. Dia juga menekankan bahwa "AS tidak memiliki hak untuk menganeksasi" salah satu dari tiga bagian Kerajaan Denmark, yaitu Denmark, Greenland, dan Kepulauan Faro.
Frederiksen bahkan mengecam komentar Trump tersebut dan memperingatkan akan adanya konsekuensi parah. Banyak pemimpin Eropa menyatakan solidaritas dengan mereka.
"Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berakhir," kata Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark TV2 pada hari Senin, 5 Januari 2026 waktu setempat.



